After 01 – 2025



Setelah aku merilis tulisan pertama ku itu, banyak yang menyayangkan kisah kita berdua. Jangankan orang lain, diriku sendiri sebenarnya juga menyayangkan hal itu, tapi apa boleh buat?


Baca juga : 01 - 2025


Tak hanya orang lain yang membaca, namun dia si tokoh utama juga membaca dan juga memberiku sedikit pesan dan meyakinkan bahwa apakah itu benar dirinya. Dan tentu saja aku jawab dengan jujur. 


Setelah merilis tulisan itu, aku mulai membiasakan diri untuk tak memikirkannya. 


Cukup berhasil, tetapi aku sedikit menjauh dari kalangan karena aku butuh waktu untuk mencerna. Lalu bagaimana dengan si dia tokoh utama itu? Sejauh ini sepertinya baik baik saja, hanya aku yang terlalu berlarut larut. 


Rasanya rindu itu mulai muncul namun dia adalah orang yang tak boleh ku tunggu dan tak boleh ku hubungi lagi. Aku menghargai nya agar tak mengganggu.


Namun beberapa kali terlintas di kepala ku, bagaimana kabarnya? Apakah dia baik saja seperti yang ku lihat? Atau bahkan sebaliknya? Entahlah, aku pun tak menemukan jawaban pasti nya. Aku pun tak mau mencari tahu lebih lanjut. Biarkan saja seperti ini.


Dan nama nya juga sudah lama tidak ada di dalam percakapan ku dengan beberapa orang, entah aku yang enggan membahas nya atau memang aku yang mulai melupakan.


Sedikit mundur di 2025, rasanya baru kemarin kita bertemu dan banyak hal yang di bicarakan tapi setelah sadar, itu semua sudah terlewat jauh. Namun rasanya aku berhenti di tahun itu, entahlah.


Waktu tulisan pertama ku rilis, aku tak menyangka bahwa dia akan memberiku sedikit pesan yang isi nya dia bertanya tanya. Dia sungguh tak percaya dengan apa yang ku tulis, tapi aku juga tidak berusaha membuat dia percaya, biarkan dia dengan persepsi nya sendiri.


Aku tak peduli dengan reaksi dia di hari itu yang di mana saat tulisan pertama ku rilis, namun saat aku menulis tulisan ini, justru aku mulai memikirkan reaksi dia ketika membaca tulisan ku yang sekarang ini.


Entah beberapa hari ini, dia mulai menyita pikiran ku lagi, cukup hanya pikiran ku, bukan hati ku.


Dan juga tanpa alasan aku menulis lagi, mungkin aku hanya rindu dengan nya? Ah entahlah biar ini jadi urusan ku dan tuhan yang tau jawaban nya.

0 Comments:

Posting Komentar