Masih suasana lebaran, yang harusnya bersilaturahmi ke orang-orang malah kami gunakan buat silaturahmi ke bukit. Lebaran tempat keluarga belum sepenuhnya habis tapi udah kebelet pengen ninggalin rumah aja wkwk.
Pendakian kali ini masih bersama Loy teman mendaki yang kebetulan juga teman semasa sekolah dulu. Nekat berdua aja dari Rasau Jaya menuju Bukit Wangkang yang berada di Ambawang, Kecamatan Kubu.
![]() |
| Penyebrangan Bintang Mas |
Perjalanan melewati penyebrangan di Bintang Mas dengan membayar Rp5.000 per motornya. Dilanjutkan perjalanan dengan pemandangan sawit di sepanjang jalan. Lumayan berdebu sampai celana yang hitam berubah jadi warna cokelat.
Sampai di lokasi dengan aman, dilanjutkan membayar tiket masuk sekaligus parkir dengan harga Rp15.000.
Pendakian kami mulai hanya berdua saja. Belum jauh melangkah, di jalur kami berpapasan dengan dua pendaki perempuan yang ingin ke puncak juga, sebut saja namanya Nia dan Ita. Akhirnya kami berempat memutuskan untuk menuju puncak bersama.
Sepanjang perjalanan relatif landai dan yang pasti banyak pohon tumbang dan duri rotan yang bisa melukai tangan apabila tidak berhati-hati. Tidak selamanya landai, kadang kami juga bertemu dengan tanjakan yang bisa dibilang menguras tenaga. Walaupun bukit ini hanya memiliki ketinggian 343 MDPL, mendaki bukit ini terasa sangat lama dan ga sampai-sampai. Menurutku sendiri karena jalurnya yang landai membuat jalur ini menjadi jauh dari puncak. Ditambah jalur ini ada turunan juga yang membuat kita naik-turun berulang kali.
Di sumber mata air, kami gunakan untuk beristirahat sekalian makan siang. Sambil mengistirahatkan badan dan mengambil napas. Setelahnya kami melanjutkan perjalanan. Banyak istirahat yang kami ambil karena memang ga ada yang mau dikejar.
Dalam perjalanan, kami berpapasan dengan pendaki yang turun dari atas. Kami berpikiran semoga di atas ga ramai karena banyak yang sudah turun.
Tengah hari kami berempat sampai puncak, terlihat ada plang yang bertuliskan PUNCAK BUKIT WANGKANG 343 MDPL. Di puncak banyak bebatuan besar namun masih ada tanah juga yang cocok untuk mendirikan tenda.
![]() |
| 343 MDPL |
![]() |
| Bersama Loy |
Perjalanan ga melulu soal tujuan akhirnya, namun kita juga harus menikmati proses selama perjalanan. Bertemu teman baru, lingkungan baru, serta pengalaman yang baru juga. Kedepannya semoga perjalanan ini bisa menjadi kisah dan selalu diingat sampai tua nanti. Alasanku menulis juga seperti itu, supaya kelak sudah tua dan ingin mengingat kisah yang dulu pernah dilalui, tinggal melihat tulisan ini kembali. Karena tulisan ini abadi (mudah-mudahan).












0 Comments:
Posting Komentar