Bukit Kamawangan

Rencana mendaki sudah sedari lama, namun belum tau arah mau kemana bukit yang akan didaki (janggal bener ya, daki). Sebelum akhirnya memutuskan untuk mendaki Bukit Kamawangan, ada opsi lain yaitu Bukit Jamur. Ah, tapi pilihan memang berat di Bukit Kamawangan ini, alasannya karena bukit ini belum seramai bukit yang lain (mungkin) hehe.

Kalau sesuai arahan di Google Maps, kami diarahkan melewati jalan Sungai Pinyuh. Di simpang itu kami lanjut melewati Anjungan dan seterusnya. Haha, ternyata jauh juga lewat sini. Tapi pas pulang nanti ternyata ada jalan yang lebih dekat menuju Pontianak, huhu.
Packing

Pendakian kali ini ga terlalu banyak bawa peralatan yang ga penting makanya masih banyak ruang, atau mungkin packing nya yang udah oke? Haha.

Tapi iya, kami lebih fokus ke logistik buat menikmati makanan di atas nanti wkwk. Jadi beratnya memang di konsumsi, tujuan ke sana juga buat nyari senang dan nyari kenyang haha.

Pendakian Dimulai

Kami memulai pendakian saat matahari mulai terbenam. Ga ada yang mau dikejar, jadinya santai aja jalannya. Selama perjalanan, kami diantar oleh pemandu sampai batas hampir menuju pos 1. Setelahnya kami lakukan pendakian hanya ber 4 saja.
Menikmati Sunset
Matahari sudah mau beristirahat, sempatkan mengambil foto karena momen ini benar-benar bagus dan sayang untuk dilewatkan.

Sepanjang perjalanan, kami menikmatinya. Malam telah datang dan kami harus tetap berjalan dengan sesekali beristirahat. Headlamp kami nyalakan sebagai penerang di jalur (karena selama ini kami tersesat di jalan-Nya).

Area Camp

Sesampainya kami di puncak, kami berbagi tugas. Ada yang mendirikan tenda, mengemas barang, dan memasak. Dengan begini kami bisa istirahat bersamaan lalu menyantap masakan yang sudah dimasak tadi.


Malam kami habiskan dengan makan snack dan bercerita, mulai dari horror sampai masa depan (masa depan ga ada yang tau). Satu per satu kami mulai tidur untuk menyambut esok hari.

Pemeran Utama

Sebenarnya kami ke puncak ini pengen nyoba buat es buah (tanpa es) di puncak. Mungkin lebih tepatnya sop buah ya. Udah dari lama pengen buat ini dan percobaan pertama langsung berhasil ya haha.


Akhirnya

Pendakian kali ini menyenangkan karena tempatnya yang bisa dibilang masih asri dan pemandangannya benar-benar bagus. Suasana di sini juga nyaman walaupun pas malam agak susah tidur karena ada yang membawa petasan. Ga tau juga rombongan mana yang iseng sampai bawa petasan, yang pasti mereka orang resek dan caper ya.

Kegiatan selanjutnya kami lakukan untuk mengemas tenda dan packing untuk pulang. Ga lupa yang pasti foto-foto ya haha.











(Baca nya sambil dengerin lagu Bila - Raisa hihii)
Hari demi hari, waktu demi waktu, dan detik demi detik, semua terlewati dengan baik. Banyak hal yang aku pelajari dari setengah perjalanan 2026 ini.

Banyak pula manusia berubah yang tak sama seperti dulu. Namun banyak pula manusia baik yang berdatangan.

Sedangkan aku? Bagaimana denganku? aku baru pertama kali merasakan pengalaman ini, namun aku hanya mencoba menerima, karena pada dasarnya tuhan maha membolak balikan hati umatnya.

Datang dan pergi menjadi hal yang biasa, tetapi sebetulnya hatiku tak ingin menerima itu. Aku selalu menyayangkan jika seseorang pergi dari hidupku.

Aku terlalu sayang kepada semua yang datang ke hidupku, sehingga aku tidak memberi ruang bagaimana jika seseorang itu pergi dari hidupku.

Setengah dari 2026 ini, banyak hal yang terkesan di hidupku sehingga aku lupa bahwa dia juga manusia biasa.

Tapi tak apa, itu semua dapat dijadikan pelajaran bahwa tidak semua manusia itu bisa memahami dan menghargai cinta orang lain.

Setelah itu terjadi, aku berulang kali meyakinkan diri ku bahwa memang semua ada masa nya, tapi lagi dan lagi aku gagal menerima.

Rasa nya banyak rasa yang belum selesai, banyak impian di depan sana namun itu semua terpaksa selesai karena ego atau karena memang masa nya yang sudah habis.

Aku hanya bisa mendoakan yang terbaik saja untuk seseorang yang sudah pergi dari hidupku. Kebaikan yang sudah mereka berikan, aku tak akan lupa.

Sejahat apapun manusia, pasti memiliki sisi baik nya bukan? Aku tak mungkin melupakan kebaikan manusia lain hanya karena kesalahan.

Biar lah urusan tuhan perihal balas membalas.
Sebagai manusia, aku hanya bisa mendoakan dan lagi lagi menerima.

Lagi pula tak semua manusia bisa paham dan mengerti bukan?

End
Written by Nab