Sekarang hari Senin 17 April 2023 saya kembali menulis. Terakhir memposting tulisan pada tanggal 26 Februari 2023. Cukup lama tapi memang sewajarnya seperti itu karena tidak ada yang perlu ditunggu dari tulisan saya. Tulisan hanya sekedar tulisan tanpa adanya suatu makna.


Baca juga : Belum Ada Judul Malam Ini


Akhir-akhir ini saya bingung ingin menulis tentang apa, padahal didalam kepala banyak sekali ide yang harusnya dituangkan dalam tulisan. Tapi apalah daya, mungkin saya hanya bisa menikmati lewat pikiran saja bukan lewat tulisan.


Sedikit cerita, sebelumnya saya telah selesai melaksanakan misi di daerah Sambas tepatnya di Kecamatan Tangaran. Saya sudah pulang dan sebelumya saya sempat menulis tentang kepulangan saya menuju kampung halaman di Kubu Raya tepatnya di Kecamatan Rasau Jaya. Tapi tulisan saya tidak selesai.


Terima Kasih - Sambas #4

Dimana ada pertemuan di situ ada perpisahan. Kalimat tersebut sangat menggambarkan keadaan sekarang ini. Memang sangat lama rasanya, saya berada di tempat ini. Meninggalkan keluarga untuk mencari jati diri, eeaakk (gayanya mencari jati diri).


Saya berangkat ke sini (Sambas) pada tanggal 7 Agustus 2022, berangkat pagi dan sampai sini sore hari. Tidak banyak yang harus diceritakan selama perjalanan. Karena selama perjalanan yang saya lihat kebanyakan hanya janur kuning melengkung. Yahh mungkinkah pada saat itu memang musimnya orang menikah atau apa? Saya pun juga tidak mengerti.


Sampai dengan keadaan selamat dan disambut dengan baik oleh orang-orang. Saya awal bekerja kebanyakan di area camp jadi awalnya kurang berbaur dengan orang-orang. Tapi lama kelamaan saya dipindahkan dan harus berbaur dengan orang-orang setempat. Rasanya sangat menyenangkan bisa berbaur dan bercanda bersama.


Awalnya tidak saling kenal dan canggung kini bisa menyatu dan memiliki rasa bagaikan keluarga sendiri. Tapi semua itu tidak selamanya saya dapatkan di sini. Satu persatu sudah mulai keluar ataupun dikeluarkan dari pekerjaan, mengingat pekerjaan yang sudah tidak lama lagi selesai.


Saya ikut senang saat pekerjaan sudah selesai, jadi bisa pulang ke rumah sama-sama. Tapi ternyata saya harus tertahan di sini dan menyelesaikan pekerjaan baru bisa pulang.


Kalau cerita pulang,


Di atas adalah tulisan saya yang tidak selesai. Entah itu tidak selesai atau belum selesai saya juga tidak tahu.


Rasa ingin menulis tiba-tiba melemah dan akhirnya membuat saya berhenti menulis. Seharusnya banyak yang harus saya tulis terutama di bulan Ramadhan ini. Tapi kenyataanya saya hanya bisa menikmati didalam kepala tanpa saya curahkan melalui tulisan.


Tidak hanya itu, saya sebelumnya juga sempat membuat daftar tulisan yang ingin saya buat di blog ini.




Yang awalnya sudah merancang untuk membuat cerita yang bagus, harus merelakan begitu saja karena sudah lupa ingin membuat tulisan yang seperti apa.


Terkadang kita perlu menikmati sesuatu tanpa harus kita ceritakan kepada orang lain.


Selanjutnya nulis apa?



Sekolah adalah tempat untuk menuntut ilmu. Padahal ilmu itu tidak salah tapi kenapa harus dituntut ya? Hmm, oke lanjut lagi ya tulisannya. Di sekolah banyak kisah menarik yang susah untuk dilupakan. Walaupun kadang ada cerita yang mau tidak mau harus kita lupakan.


Tapi dari sekian banyak cerita menyenangkan di sekolah, terkadang kita malas untuk berangkat ke sekolah. Padahal orang tua kita sudah susah payah untuk membiayai kita untuk mencari ilmu di sekolah. Harapan orang tua sangat besar kepada kita sebagai generasi penerusnya.


Penyemangat di Sekolah


Oleh sebab itu terkadang kita harus mempunyai motivasi atau penyemangat agar kita rajin berangkat ke sekolah. Tidak hanya sekedar rajin berangkat tapi harus rajin juga dalam menuntut ilmu. Karena ada pepatah yang mengatakan "Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina". Begitu lah kira-kira.


Apa si sebenarnya yang membuat kita semangat untuk berangkat ke sekolah?


  • Teman Kelas


Nah teman kelas bisa juga menjadi salah satu penyemangat kita dalam belajar. Rasanya gimana gitu saat teman karib kita tidak berangkat ke sekolah, rasanya kayak ada yang kosong aja gitu. Padahal masih banyak teman yang lainnya, walaupun yang lainnya hanya sekedar teman biasa bukan teman dekat.


  • Guru


Yap bener banget, kadang guru juga bisa membuat kita semangat dalam menjalani aktivitas belajar kita. Padahal kebanyakan murid malah menghindar saat ada guru yang datang untuk mengajar. Tapi tidak semua guru kan kalian begitu? Ada pengalaman saya sendiri saat masih duduk di bangku MTs, saya sangat senang sekali belajar PPKn. Guru yang mengajar saya waktu itu adalah ibu Wiji Yatmini.


Kenapa saya suka dengan beliau? Karena beliau mengajar dengan metode yang berbeda dengan guru yang lainnya. Disaat guru yang lain menerangkan menggunakan buku sebagaimana pada umumnya, beliau sudah menggunakan laptop dan proyektor. Materinya juga sudah dirangkum yang membuat kita jadi lebih mudah memahami apa yang disampaikan beliau. Soal ulangan ataupun ujian juga tidak jauh berbeda dengan apa yang disampaikan beliau. Dan itu yang membuat saya pada saat itu ingin menjadi guru PPKn dengan menggunakan metode yang beliau ajarkan.


Baca juga :


  • Jajanan di Kantin


Mungkin banyak juga dari kalian yang ke sekolah malah buat jajan bukannya malah belajar kan? Dikarenakan jajanan kantin yang enak dan terjangkau, kita malah ketagihan di kantin ketimbang di kelas. Sampai-sampai bel sudah berbunyi dan kita masih di kantin.


  • Acara Sekolah


Event sekolah bisa juga jadi alasan kita untuk betah lama-lama di sekolah. Saat ada pertandingan ataupun kompetisi, di situlah saatnya kita unjuk gigi atau penampilan. Pasti kita punya bakat masing-masing, seperti di olahraga, akademik, maupun seni. Tidak punya pun tidak mengapa yang penting kita ikut berkontribusi untuk sekolahan kita.


Masih banyak sebenarnya hal-hal yang membuat kita semangat dalam menempuh pendidikan, jadi apa alasannya kita malas untuk berangkat ke sekolah?


Baca juga : Hari Pertama Masuk Sekolah (2017)


Bandel di Sekolah


Tapi ngomongin pendidikan saat ini... Eh mungkin dari dulu ya, setiap generasi pasti ada aja yang bandel di sekolah. Mulai dari berpakaian yang tidak rapi, susah diatur oleh guru, dan masih banyak lagi perbuatan tidak terpuji yang lainnya. Sama saat saya sedang merantau sekarang, saya melihat pemandangan murid yang terlambat ketika upacara, susah diatur, dan membentak guru yang memberikan ilmu kepada mereka. Saya terdiam sejenak dan heran kenapa mereka seperti itu ya? Tapi saya berfikir lagi lebih dalam, apakah saya juga seperti itu dulu? Datang terlambat pernah saya lakukan dulu dan saat menginjak Aliyah saya malah sengaja berangkat siang supaya terlambat.


Ternyata apa yang pernah kita lakukan dulu kembali lagi ke diri kita sendiri ya, malu ternyata melihat generasi sekarang yang ternyata susah diatur juga. Padahal masih tingkat dasar yaitu SD.


Baca juga : Kumpul Teman SD


Waktu yang Tidak Terasa


Waktu yang kita habiskan untuk belajar terkadang tidak kita rasakan. Ehh ujuk-ujuk udah mau lulus aja ni. Padahal rasanya baru kemaren sore daftar sekolahnya. Kenangan pahit maupun manis sudah mulai kita rasakan sekarang. Teman SD belum tentu bisa bertemu lagi disaat SMP, begitu juga saat SMA nanti. Setiap orang ada masanya dan setiap masa ada orangnya.


Dari tahun ke tahun memang banyak perubahan mulai dari sekolah kita yang jauh lebih bagus saat kita sudah lulus ataupun teman yang sudah mulai berubah tidak seperti dulu lagi.


Baca juga :


Semua Bagaikan Keluarga


Yang awalnya masuk belum kenal siapa-siapa tapi setelah lulus malah takut kehilangan. Yahh kebanyakan memang begitu yang awalnya biasa saja tapi saat ada perpisahan pasti merasakan kesedihan. Tapi yang paling sedih bendahara karena banyak yang belum lunas bayar uang kas. Bagi mereka yang merasa sendirian di rumah dan malah merasa asyik di sekolah pasti akan merasakan perpisahan yang amat dalam bukan?


Baca juga : Namanya Juga Teman


Kenangan Masa Sekolah


Banyak kenangan yang harusnya kita bangga saat bersekolah. Mendapatkan juara kelas 1,2,3,4 atau juga bisa mendapatkan juara tarik tambang, balap karung, makan kerupuk dan juara bertahan... Pasti membanggakan bagi kita dan orang tua kita melihat anaknya yang berprestasi. Tapi jangan sampai prestasi tersebut hanya menjadi piala kosong yang terpajang di lemari kaca. Ya semua hanya piala dan penghargaan kosong.


Baca juga : Peringkat


Kenangan masa sekolah yang paling berkesan tentu bersama teman-teman. Bisa mendekor ruangan kelas dan bisa juga memenangkan perlombaan 17 Agustusan, yaa walaupun mungkin ada kelas yang dicurangi. Tapi semua kembali lagi ke diri kita sendiri bagaimana menanggapinya. Kenangan bersama teman kelas mungkin bisa kita temukan lagi saat kita reuni.


Baca juga : BUKBER - 1442 H #7


Kisah Cinta di Sekolah


Yahh memang ga ada yang bisa ngalahin masa-masa seperti ini. Dimana kita baru tumbuh dewasa dan mulai tertarik dengan lawan jenis. Mungkin bisa dibilang cinta monyet karena belum tau arti kehidupan sebenarnya setelah lulus. Belum bisa berfikir jernih dan lebih mementingkan ego sendiri.


Masa ini mungkin memang sulit dipatahkan ya. Kisah cinta di sekolah memang seperti di film-film. Kayak contohnya di film Indonesia yaitu "Dilan".


Kisah cinta di sekolah memang nyata adanya. Terkadang hal ini lah yang membuat kita merasa bersemangat untuk melanjutkan pendidikan. Banyak yang ingin berhenti bersekolah namun saat melihat senyummu berasa ingin ga naik kelas biar sama-sama kamu terus. Uwekkk, agak mual ya dengernya.


Mungkin kisah cinta ini dijadikan alasan untuk semangat berangkat ke sekolah. Mencari ilmu itu nomor satu, yang nomor dua itu melihat senyummu eaaakk. Uwekkk 2x.


Tapi kisah cinta yang sebenarnya dinilai saat kita sudah tamat dari sekolah.


Baca juga :



Hal Menyebalkan di Sekolah


Banyak dari kita yang mungkin saja malas untuk berangkat sekolah bukan dikarenakan sekolahnya tapi juga bisa dikarenakan gurunya. Terlalu banyak aturan yang tidak masuk akal, membuat aturan untuk murid tapi mereka malah melanggarnya, dan yang lain bisa disebutkan di kolom komentar ya. Tapi ga semua guru yang seperti itu. Kami masih menghormati guru sebab ada merekalah kami bisa menjadi seperti ini. Doa guru itu sangat kita butuhkan untuk masa depan kita. Karena guru kita adalah orang tua kedua kita setelah orang tua dirumah.



Kata Mereka Tentang Sekolah


Banyak yang tidak tegas dalam menghadapi murid. Begitulah kira-kira ucapan yang saya dengar dari orang tua sekarang. Tapi mau gimana lagi ya, menghadapi siswanya yang susah diatur dan semaunya sendiri. Sebagai guru juga bingung, ingin berbuat kasar nanti orang tua tidak terima tapi dibiarkan malah menjadi jadi.


Padahal siswa yang kita kira buruk dan nakal adalah siswa yang biasanya rajin membantu orang tuanya di rumah. Tapi mengapa mereka malah memberontak kepada guru ya. Jadi siapa yang harus disalahkan di sini. Sudah pasti yabg salah yang ada di penjara kan.


Rasanya Ingin Kembali ke Sekolah


Yap bener banget ni kalimatnya. Rasa sesal setelah lulus tapi tidak banyak meluangkan waktu dengan teman adalah saya. Teman mungkin menjadi prioritas kedua saya. Mungkin saya terlalu sibuk dengan dunia saya sendiri sampai-sampai saya harus kehilangan momen yang seharusnya sayang kamu lagi apa... Eh maksudnya sayang untuk dilewatkan. Tapi akhir-akhir ini saya menyadari bahwa teman memang yang kita butuhkan ketimbang...


Baca juga : Kesalahan Terbesar


Waktu memang ga bisa diputar tapi kita bisa menjalani sisa hidup ini walau tak bersamamu... Ehh maksudnya menjalani sisa hidup ini... Ahh lupa jadinya mau nulis apa ni.


Baca juga : Istirahat


Sekolah Untuk Mencari Ilmu


Yang jelas sekolah adalah tempat kita mencari ilmu bukan mencari pekerjaan. Jadi jangan sangkut pautkan terlalu berlebihan antara sekolah dan pekerjaan. Tidak ada salahnya mereka yang jurusan IPA berjualan di pasar, tidak ada salahnya mereka yang jurusan otomotif malah di sawah, tidak ada salahnya juga mereka yang kuliah tinggi tidak bekerja sesuai dengan jurusan yang mereka pilih. Setidaknya mereka sudah berusaha dan menentukan pilihan mereka sendiri.


Pilih pilihanmu sendiri tapi jangan lupa bertanggung jawab dengan apa yang sudah kamu pilih.


Padahal hari ini seperti biasanya. Bangun tidur, tidur lagi, bagun lagi, matikan alarm, tidur lagi, bagun lagi, ibadah, ke kantor, nyuci pakaian, gosok gigi, sarapan, kerja. Ga mandi karena bisa biduran.


Baca juga : Lupa


Ah malah cerita rutinitas jadinya. Memang hari ini terasa sangat sepi, ditambah lagi manusia yang sudah berkurang bukan karena kematian tapi karena pergi ke tempatnya masing-masing, masih di dunia belum di akhirat.


Masih berpikir keras apa yang terjadi hari ini sampai membuat isi kepala menjadi bingung dibuatnya. Heyy bisakah kepala ini diajak kompromi sejenak saja? Ah tapi rasanya percuma. Tunggu-tungguuu... Ah lupa jadinya mau ngomong apa. Iya di sebelah lagi mutar musik jadinya lupa mau nulis apa ini. Bentar-bentar jeda dulu nulisnya.


Oke sekarang pukul 21.40 WIB, lebih rinci lagi tanggal 18 Februari 2023 hari Sabtu.


Oo iya ini hari Sabtu. Aku benar-benar lupa kalau sekarang adalah malam Minggu. Pantas saja....... #404#

Pertemuan itu sempat terlupakan karena datang sosok baru yang membuat diri ini terlena. Oktober yang mempertemukan, tepat malam hari di saat itu. Kedatanganmu tak pernah kusangka-sangka. Heyy bahasa apa yang aku gunakan barusan?


Beberapa hari kemudian kamu datang, lebih tepatnya kita berpapasan di suatu tempat. Tidak disengaja ataupun direncanakan oleh aku ataupun kamu. Kita masih bertegur sapa walau melalui WhatsApp. Saat itu masih di bulan Oktober dan pada akhirnya kita asing dan menghilang.


Februari mungkin bulan yang baik untukku, atau mungkin di seluruh dunia?


Heyy banyak perpisahan di bulan ini tapi ada satu pertemuan yang mungkin tidak pernah terlupakan. Tak menyangka harus menunggu 4 bulan baru bisa bertemu kembali.


Hanya sekedar tulisan. Kalaupun bisa dibaca tolong cukup dibaca.