Cerita Pendek : Ayam Bakar



Hari Minggu yang seharusnya untuk istirahat, mau tidak mau harus direlakan untuk mendatangi acara teman sewaktu kecil. Tak keberatan, memang sudah direncanakan sedari lama.


Siang hari setelah mempersiapkan semua, aku berangkat untuk menjemput teman yang lainnya supaya kami berangkat bersama. Sialnya hujan turun, padahal tidak ada yang bersedih siang ini. Dengan cepat ambil tindakan mencari tempat berteduh di sebelah kiri jalan, yang kebetulan adalah tempat makan.


Kami hanya menumpang berteduh sembari menunggu hujan reda. Memulai obrolan yang udah ga tau berapa lama kami ngoceh sambil berdiri, namun hujan tak kunjung reda. Setelah menunggu lama akhirnya kami putuskan untuk makan di tempat kami berteduh tadi.


Tempatnya bagus, ramai dan punya banyak pilihan menu. Hmm, aku bingung harus memilih menu apa karena sangking banyaknya pilihan. Mataku tertuju pada masakan cumi saus padang atau saus tiram. Tapi di satu sisi aku sudah biasa makan ayam bakar dan itu memang jadi pilihan favorit buatku.


Aku bingung yang awalnya pengen cumi malah kepikiran ayam bakar. Tiba-tiba aku dan temanku mulai bicara bersamaan:


"Kalau kita udah yakin buat milih cumi ga mungkin ada terlintas buat pesan ayam bakar, kalau terlintas berarti bukan cumi yang kita pengen. Tapi ini bukan tentang cumi"


Dari ungkapan tersebut akhirnya aku memilih ayam bakar, lebih tepatnya ayam bakar madu.


Maaf apabila cerita di atas memiliki kesamaan dengan cerita lainnya, yang mungkin pernah kalian dengar, lihat, atau rasakan sebelumnya.


Terimakasih.

5 komentar:

  1. Keren..terus semangat buat berkarya..

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. Tapi bisa jadi juga kamu sebenernya emang pingin cumi, tapi kamu terlalu takut buat nyoba hal baru, jadi kamu kembali ke zona nyaman kamu "ayam bakar". Lain kali jangan lupa coba cumi saus padang yaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ah iya juga ya, waktu itu memang mau nyoba hal baru tapi udah suka sama ayam bakar hehe

      Hapus