Kalau harus menunggu lebaran untuk saling memaafkan, kayaknya terlalu lama buat kita untuk menjadi orang baik. Setiap hari, pastinya dihadapkan dengan persoalan yang sebagian bisa kita atasi dan sebagian lainnya di luar kendali.
Baca juga: Bila
Capek juga ya rasanya, yang seharusnya bukan masalah kita, malah kita sendiri juga terkena getahnya. Atau mungkin juga ada seseorang yang benar-benar kita ga suka, hadir dalam dunia ini. Dibilang salah juga ga salah, dibilang bener juga ga bener.
Harapan orang, pasti yang salah harus minta maaf kepada yang ia buat salah. Tapi terkadang mereka ga sadar tu sama apa yang mereka perbuat. Di pikirannya selalu benar. Salah menurut mereka itu yang di dalam penjara.
Seharian mencoba tetap waras dan bersikap seperti biasanya. Tapi bohong juga kalau bersikap seperti biasanya. Memang ga bisa ditutupin. Senyum palsu, candaan yang dipaksakan, bahkan perlakuan yang ga seharusnya kita lakukan.
Dari bangun tidur, udah tinggal milih aja masalah mana yang mau dicoba duluan. Mulai dari level baby sampai level WNI.
Seharian udah kenyang dengan masalah, udah kenyang mau nambah lagi. Ga lama kayaknya muntah si. Puncaknya siang hari, pas lagi terik-teriknya. Mulai sore, udah agak tenang. Matahari Senja seakan memberi kita energi baru walau sebentar. Sampai akhirnya dia pergi dan kembali esok hari.
Malam menjadi teman banyak manusia sekarang. Katanya, hanya malam yang bisa mengerti mereka. Kehidupan di malam hari benar-benar hidup walaupun hanya di kamar seorang diri. Dibandingkan di luar sana yang kelihatannya ramai tapi kosong.
Oh iya, sampai lupa. Dari semua kekesalan kita di hari ini, malam memang menjadi obat yang mujarab bagi mereka yang punya banyak masalah. Atau mungkin malah akan menjadi lebih parah lagi? Entahlah aku juga bukan kalian, begitu juga sebaliknya.
Sebelum tidur, sempatkan waktu untuk memaafkan kejadian di hari ini, baik pekerjaan, keluarga, orang lain, bahkan untuk diri sendiri. Memang agak sulit rupanya untuk memaafkan sesuatu yang seharusnya orain lain yang meminta maaf. Tapi sudahlah, tak mengapa. Tidur dalam keadaan memaafkan jauh lebih nyenyak pastinya. Boleh aja kita merasa kesal, tapi cukup di hari itu saja, ga perlu berlarut-larut sampai besok. Batasnya cuma sampai tidur aja, setelahnya jalani hari seperti biasanya.
Nasihat buat orang lain✖
Nasihat buat diri sendiri✔
Yang aku tulis belum tentu juga aku jalankan, haha. Kalau tulisan ini ga cocok di kalian, tinggalkan saja. Aku menulis juga bukan untuk kalian merasa cocok, jadi jangan dipaksa juga ya.
Kadang ada pikiran yang tiba tiba-tiba lewat di kepala, ada juga kejadian yang dialami sebelumnya. Daripada lupa, mending ditulis aja di sini. Sewaktu-waktu ingin membaca lagi tinggal buka blog ini lagi. Harusnya bisa bertahan sampai tua nanti ya.
Terimakasih pembaca dari 2016-2026 ini. Ga tau apa yang bisa diambil dari tulisan di blog iniπ.
Sekali lagi terimakasih.

0 Comments:
Posting Komentar