Tampilkan postingan dengan label Sambas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sambas. Tampilkan semua postingan

Tempat bisa mengingatkan kita kepada kejadian masa lalu yang pernah kita alamin. Tapi di tempat yang sama terkadang punya cerita yang berbeda. Semua bisa disebabkan oleh orang yang berbeda atau mungkin suasananya yang tidak seperti waktu itu.


Yang selama ini kerjanya merantau pasti sudah biasa dengan kata perpisahan. Selalu beradaptasi dahulu di setiap tempat dan setelah merekat suatu saat akan merenggang. Ada rasa sedih sebenarnya meninggalkan tempat yang awalnya kita tidak saling kenal manusia di sini kemudian bisa akrab dan nyambung, malah akhirnya berpisah juga. Tapi harus diingat juga kita datang ke situ tujuan awalnya untuk bekerja. Setelah kerjaan selesai berarti memang saatnya untuk pulang.


Baca juga : Terimakasih Sambas


Ga ada yang salah dengan perpisahan. Seenggaknya kita udah punya koneksi di tempat itu, suatu saat kita ke situ lagi udah ga bingung kayak pertama kali datang. Atau misal paling konyolnya, ban motor kita bocor di tempat itu, kita bisa langsung cepat hubungin orang yang kita kenal juga di situ. Agak janggal sebenarnya ya kalau dipikir. Tapi kalau udah waktunya pulang memang harus pulang.


>Tidur udah ga nyenyak akhirnya begadang, santai aja karna besoknya ga kerja jadi bisa bebas tidurnya.

>Bangun lanjut berkemas yang semalam, mulai dari baju sampai alat untuk dibawa pulang.

>Mandi juga si harusnya biar seger aja nanti di perjalanan.

>Ga lupa pamitan sama semua orang yang ada di sini, ga semua orang juga si sebenernya.

>Gass lanjut perjalanan pulang.


Ada rasa sedih juga sebenarnya tapi mau gimana lagi kan. Ada senangnya juga karena udah bisa pulang ketemu orang rumah.


Belum Sarapan


Belum sarapan ditambah lagi hujan, sebelah kiri ada Alfamart ehh tapi kelewatan akhirnya maju dikit singgah ke Indomaret. Beli yang bisa digigit sama kopi (padahal bukan penikmat kopi). Cukup aja sebenarnya untuk ganjal perut.


Rotinya enak ya, rasanya kayak adonan kueh lebaran gitu wkwk gimana tu? Awalnya mau ambil yang rasa pisang, cuma kok dari bau enakan yang ini wkwk.


Lanjut lagi perjalanan (ini disingkat aja lah ya soalnya banyak singgah wkwk, tiba-tiba udah sampai mana gitu aja lah ya haha).


Makan Siang

tulisan khoir

Bukan makan siang gratis ya wkwk. Sebenarnya udah lewat jam 11, cuma belum nemu tempat makan yang cocok. Sekitaran jam 11.22 baru ada tu tempat makan yang cocok.


Emang paling enak makan di rumah makan padang ya. Bebas aja gitu rasanya walaupun gitu tetap ada itungannya juga wkwk.


Perut udah terisi, lanjut perjalanan lagi.


Masjid

tulisan khoir

Sengaja nyari masjid yang sebelah kiri, biar ga muter-muter lagi. Jujur di sini WC nya kena kunci ga bisa dibuka wkwk. Ya udah lah lanjut sholat aja, eh wudhu dulu tapi ya. Udah siang gini masih harus lanjut perjalanan lagi menuju rumah.

Singkat Cerita Hahaha

tulisan-khoir

Haha udah nyampai Pontianak aja sekitar jam 15.01 WIB. Ga langsung pulang juga, mampir dulu ke rumah kawan yang kebetulan memang dekat situ. Sambil mengistirahatkan badan untuk lanjut lagi pulang ke rumah.

Lumayan lama juga baru pulang, dan sampai rumah sekitaran Isya kayaknya. Memang lumayan capek sebenernya perjalanan ini, ehh ga juga sebenarnya karena banyak istirahat juga di jalan wkwk.

Ya udah lah ya istirahat dulu. Males juga ini yang baca, udah kepanjangan wkwk.



Sudah 1 tahun lebih saya berada di sini, tahun kemarin 7 bulan dan tahun ini 7 bulan juga. Rasanya sudah lama sekali ya meninggalkan kampung halaman. Apakah orang di rumah rindu atau mungkin biasa-biasa saja? Sebenarnya saya juga bingung kalau pun pulang saya harus apa di rumah tapi kalau lama-lama di sini juga apa yang ingin saya perbuat. Menjelang hari-hari akhir memang membosankan karena kita kebanyakan menunggu apalagi menunggu yang tidak pasti.


Kedatangan saya di sini yang kedua kalinya memang sudah direncanakan karena melanjutkan pekerjaan tahun lalu. Siap tidak siap memang harus bertemu dengan orang-orang lama yang sudah pernah kita tinggalkan sebelumnya. Tapi di kesempatan kali ini, saya juga banyak dipertemukan dengan orang-orang baru.


Tentu suasana tahun ini dan tahun sebelumnya berbeda. Semua ada baik dan buruknya, yang jelas banyak baiknya. Suasana tahun lalu cenderung lebih berisik dan seru dikarenakan ramai. Dibandingkan tahun ini yang ga seramai tahun kemarin, tapi suasananya tetap masih dapat walaupun dinikmati dengan cara yang berbeda. Dan yang pasti tahun ini sudah banyak kenal orang di sini jadinya ga perlu capek-capek lagi kenalan satu persatu.


Di tahun ini saya juga sempat berpikir bahwa waktu yang dihabiskan untuk tahun ini akan jauh lebih cepat dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Tapi nyatanya malah lebih lama. Mungkin karena banyak kendala yang menghambat pekerjaan sehingga menjadi lama.


Sekarang Khoir Lagi Apa?


Tulisan ini saya tulis hari Rabu, 27 Desember 2023. Hari sebelumnya saya sudah menulis judul tapi belum ada isinya (biasanya lagu itu belum ada judul, eh ini malah belum ada isi). Bingung sebenarnya mau nulis kayak gimana, padahal di dalam kepala ini banyak banget yang mau dituangkan ke dalam tulisan (walaupun tulisannya ga ada yang baca wkwk). Tapi coba-coba deh nulis sedikit eh ternyata lama-lama jadi juga tulisannya kan.


Lagi duduk dan menulis ditemani kipas angin yang sedari Maghrib tadi sudah nyala. Werr werrr, keliatan sepi banget ya hari-hari akhir tanpa adanya keramaian. Padahal kita butuh waktu untuk sendiri walaupun hanya sekedar istirahat ataupun nonton. Tapi kalau tiap hari bosan juga ya sampai mata jadi bengkak ni karena kebanyakan tidur dan main hp.


(Bentar-bentar, istirahat dulu nulisnya lanjut besok lagi kayaknya ya hehe)


Sabtu, 30 Desember 2023


Waduhh udah 3 hari lalu ya saya terakhir menulis. Tadi habis dari lembur (menjelang hari akhir masih nemu lembur). Tapi harus dikerjakan supaya bisa pulang ke rumah, walaupun ga bisa hari ini juga pulangnya.  Pekerjaan tinggal 1 lagi (harusnya) setelah itu baru bisa pulang. Ehh bentar kayaknya harus nunggu bentar lagi baru bisa pulang. Ga apa-apa selagi kita menjalaninya dengan damai pasti semua akan baik-baik saja.


Tahun Baru


Kayaknya tahun baru masih di sini. Ga masalah sebenarnya karena tahun sebelumnya saya juga tahun baru berada di sini (Sambas). Lagian di rumah juga ga ada tradisi ngerayain tahun baru jadinya ga ada yang perlu dikejar untuk pulang ke rumah.


Tapi belum lama ini saya mendapatkan undangan dari teman SD saya yang akan melangsungkan pernikahan. Selamat sebelumnya untuk teman saya yang udah lama banget bertemannya dari TK, SD, MTs dan MA. Ya memang ketemu terus dari dulu sampai lulus sekolah. Sekali lagi selamat dan semoga yang lain bisa cepat menyusul ya (yang nulis kapan?) Wkwk belum dulu ya nanti dulu masih banyak yang harus dipikirin kayaknya.



Minggu, 31 Desember 2023


Kembali lagi masih mau bahas tentang kepulangan saya. Maaf banget baru nongol lagi karena lagi ngumpulin mood buat nulis.


Hari kepulangan saya ke rumah semakin dekat. Rasanya memang tidak sabar untuk bertemu keluarga dan teman-teman. Masih banyak juga yang harus ditemui saat pulang nanti dan saya harus siap berpisah juga dengan orang-orang yang berada di sini. Tapi ga menutup kemungkinan kita akan bertemu lagi di kemudian hari. Di tempat yang sama ataupun di kesempatan yang berbeda. Walaupun sepertinya susah untuk bisa bertemu kembali.



Terimakasih Sambas untuk semua ceritanya di kesempatan kedua ini.


(Saya pulang hari Kamis, 4 Januari 2024 dan sampai di rumah pada hari Jum'at, 5 Januari 2024)


Semua tulisan tentang Sambas bisa dilihat di sini : Sambas

Sumber : Pantai MJ - Muara Indah Desa Arung Parak


Rasanya sudah lama sekali tidak menginjakkan kaki ke kampung halaman. Yaa tapi memang kenyataannya lama sekali, baru kali ini saya merantau selama ini sampai-sampai belum pernah pulang ke rumah.


Baca juga : TIBA-TIBA HUJAN - Sambas #2


Hampir setengah tahun saya berada di sini. Tanggal 7 Februari nanti saya genap 6 bulan berada di Kabupaten Sambas, lebih rinci lagi di desa Arung Parak. Kalau dibilang lama pastinya memang lama, apalagi saya belum pernah pulang ke rumah. Mengobati rasa rindu kepada orang tua hanya bisa dilakukan dengan menelpon ataupun video call saja. Tapi tak mengapa, setidaknya bisa menyempatkan waktu mengobrol dengan keluarga.


Mungkin ini jalan ninja saya harus bekerja jauh dari rumah terus. Sebelum di sini saya bekerja masih seputaran Kabupaten Kubu Raya, memang masih jauh tapi masih bisa menjangkau untuk pulang ke rumah. Sekarang saya mendapat kesempatan untuk merantau jauh dari rumah. Yaa namanya merantau pasti jauh dari rumah kan.


Saya kira pekerjaan ini akan selesai akhir tahun 2022, ternyata pekerjaan belum selesai yang membuat saya harus bertahan di sini sampai sekarang tulisan ini dibuat tanggal 29 Januari 2023. Wahh ternyata merantau juga bisa menambah usia tanpa kita sadari.


Awalnya saya ingin pulang kalau ada kesempatan, seperti tahun baru atau apalah itu. Tapi ternyata saya tidak bisa pulang. Hmm agak sedikit gimana gitu rasanya. Tapi setelah sekian lama saya berfikir untuk menyelesaikan pekejaan ini terlebih dahulu sampai benar-benar selesai. Toh di sini sudah bisa beradaptasi dengan orang-orang setempat, walaupun mungkin saya masih terkendala soal bahasa. Tapi tenang kita kan hidup di Indonesia Raya jadinya ga perlu khawatir soal bahasa yang kita gunakan.


Enaknya merantau memang seperti ini, kita bisa melihat budaya yang ada dan lebih asiknya lagi kita bisa sambil belajar tentang budaya tersebut, seperti contohnya bahasa tadi.


Baca juga : Ngomongin Merantau


Rasa ingin pulang sedikit memudar karena sudah terbiasa dengan kondisi yang seperti ini.


Akan banyak cerita mungkin setelah saya meninggalkan tempat ini dan berpindah lagi ke tempat yang lainnya untuk mencari cerita selanjutnya. 


Sumber :


Hari ini hujan yang berakibat tidak adanya kegiatan bekerja. Dari kemarin sore hingga pagi hari ini hujan terus turun mengguyur bumi ini. Udara dingin tentu bisa menusuk hingga ke dalam tulang. Bak mandi yang awalnya sedikit dan susah terisi oleh air, kini bisa terisi hampir penuh oleh turunnya hujan.


Baca juga : MERANTAU ADALAH JALAN NINJAKU - Sambas #1


Istirahat tentu menjadi pilihan utama yang dilakukan saat tidak bekerja. Tapi badan yang biasanya digunakan bekerja, seketika malah terasa capek karena tidak melakukan kegiatan. Hahh tidur terus sambil membuka aplikasi untuk hiburan. Jarang sekali hujan bisa sampai selama ini, harus bersyukur karena hujan itu anugerah.


Sudah lama tidak menulis untuk mengisi blog pribadi ini. Walaupun tulisan ini tidak memenuhi standar mungkin. Hanya sekedar mengisi lembar yang kosong agar bisa dijadikan sebuah cerita yang harus dipindah karena isi kepala sudah hampir penuh. Setidaknya mengurangi beban pikiran yang ada ini. Hidup menjadi orang lain itu enak, yaa bagi mereka yang mebanding-bandingkan hidupnya dengan orang lain.


Sudah lama tidak mengembara, akhirnya bisa kembali lagi untuk menjelajah bumi ini. Masih di Kalimantan Barat, ga perlu jauh-jauh nanti malah ga bisa balik ke rumah.


Saya mempunyai kesempatan untuk kembali merantau untuk sebuah tugas, yaa tugasnya untuk bekerja mencari uang. Tapi selain mencari uang, saya juga pastinya mencari pengalaman baru beserta dengan orang baru. Tapi semua itu perlu adaptasi lagi karena orang-orang sudah berganti. Ga semua berganti, ada juga bertemu dengan orang lama jadinya ga terlalu canggung saat ingin bekerja.


Baca juga : Nanga Pinoh


Kali ini saya berangkat ke Sambas. Saya belum pernah sebelumnya main sampai sejauh ini. Tapi ga papa, saya malah senang karena bisa bepergian sekalian jalan-jalan tapi ingat dengan tujuan awal yaitu untuk bekerja, bukan untuk bermain-main.


Saya berangkat pagi dari rumah dan menunggu di Tugu Pesawat untuk penjemputan menggunakan mobil. Setelahnya saya mulai berangkat menuju ke lokasi. Ga bisa semua ditulis untuk menceritakan apa yang terjadi saat di perjalanan tapi yang pasti sangat menyenangkan dan jadi tambah pengetahuan tentang daerah sekitar.


Yang ga bisa lepas dari pandangan selama perjalanan adalah adanya pesta pernikahan. Yaa mungkin memang lagi musimnya atau gimana ya, soalnya sering saya lihat dari Rasau sampai ke Sambas banyak yang mengadakan pesta pernikahan. Hmm biarlah karena urusan mereka bukan urusan saya.


Sepanjang perjalanan saya juga melihat banyak tempat yang sepertinya pernah ada di mimpi saya saat saya masih tertidur pulas malam hari. Diiringi musik yang membuat perasaan semakin mengalir mengikuti lantunan musik. Seolah apa yang diucapkan telah terjadi kepada diri saya.


Setengah perjalanan saya istirahat terlebih dahulu untuk makan bersama dengan yang lain. Jangan kenyang-kenyang yang penting cukup untuk melanjutkan perjalanan berikutnya. Perut sudah terisi perjalananpun dilanjutkan kembali. Ahh suasana yang tenang terasa di dalam mobil, membuat mata menjadi ngantuk dan akhirnya tertidur.


Okee dipercepat aja lah ya wkwk, di sepanjang perjalanan hujan pun turun menemani perjalanan kita. Heyy perasaan apa ini? Kenapa ada perasaan yang lain saat turun hujan? Hmm mungkin ada yang salah dengan hujan ini, atau mungkin saya yang salah mengartikan maksud turunnya hujan ini.


Ga lama saya berhenti untuk berganti kendaraan. Saya berhenti di warung untuk menunggu jemputan sepeda motor. Ga menunggu lama, jemputan datang dan kami menuju tempat lokasi menggunakan sepeda motor. Yaa ga jauh dan ga deket-deket amat, yang pasti badan udah capek karena memikul beban berat yang ada di tas (bukan beban hidup ya, wkwk).


Cerita harus berhenti di sini dulu karena belum ada bahan lagi untuk dijadikan tulisan wkwk.