Minggu 2 Mei 2021, Komunitas Blogger Kubu Raya (BKR), melaksanakan buka puasa bersama di Pondok Senangin. Alhamdulillah di bulan yang mulia ini, kami masih bisa berkumpul bersama untuk mempererat silaturahmi sesama anggota Komunitas Blogger Kubu Raya.
Pondok Senangin
Saya berangkat dengan teman saya yang bernama Agun Harani. Kami berangkat kira-kira pukul 16:00. Sesampainya di tempat, sudah ada bang Dwi Wahyudi. Beliau adalah salah satu founder Blogger Kubu Raya. Tidak lama kemudian disusul para anggota komunitas memenuhi meja yang sudah disediakan.
Kami semua sudah berkumpul. Saya sebagai orang yang baru bergabung dalam komunitas ini sangat bangga, karena bisa bertemu langsung dengan para founder Blogger Kubu Raya. Dwi Wahyudi (Blogger Borneo), Qbenk Seo (Seo Moms Community), Ferianto (Yale Communication), Gus Syaikhu (BisaBayar).
Sembari menunggu adzan maghrib berkumandang, kami berbincang hangat satu sama lain. Waktu hampir menunjukkan waktu maghrib. Gus Syaikhu memimpin doa. Gus Syaikhu merupakan owner dari aplikasi BisaBayar sekaligus merupakan guru saya sewaktu masih bersekolah di Aliyah.
Menu
Waktu berbuka sudah tiba. Menu yang disajikan sangat beragam, mulai dari sayur hingga lauk pauk yang menggugah selera. Menu andalan di sini adalah ikan bakar.
Ikan bakar, ayam bakar dan kangkung sudah tersedia di meja makan dan siap untuk disantap.
Setelah menyantap makanan yang enak-enak, kami bersama komunitas melaksanakan sholat maghrib secara berjamaah.
Setelah serangkaian acara sudah selesai dilaksanakan, kami berkumpul dan diberi tugas untuk menulis kegiatan buka bersama yang kami laksanakan tadi.
Saya sangat senang walaupun saya sebenarnya belum paham tentang komunitas blogger. Saya masih butuh banyak belajar dan bimbingan dari para senior.
Terima kasih atas kerja kerasnya para founder Komunitas Blogger Kubu Raya.

Punya kisah cinta itu menyenangkan. Bisa berbagi cerita satu sama lain. Canda tawa selalu bersama. Saat keluh kesah datang, kisah cinta selalu menghampiri untuk menenangkan. Tak perduli apa, siapa, di mana, dan kapan. Kisah cinta selalu hadir di dalam hati setiap insan.
Baca juga: Masalah
Punya kisah cinta itu tidak menyenangkan. Saat perasaan dicampur dengan hati, tidak bisa menyatu dan akhirnya bercerai-berai. Dulu, banyak ucapan yang suci menyelimuti diri, sekarang hanya tinggal mimpi dan tak akan pernah terjadi lagi.
Punya kisah cinta itu tidak menyenangkan. Ada waktu di mana sudah melupakan tragedi namun teringat kembali di saat sepi. Bayangan mulai mengejar dan hampir menelan jiwa yang rapuh. Ingin rasanya tidak perduli namun tak sanggup malah ingin berlari.
Punya kisah cinta itu... Sudah tidak perlu diulang lagi.


Hujan kembali turun membasahi bumi pertiwi ini. Aseeeekkkkk. Setelah beberapa hari merasakan cuaca yang sangat panas sampai membuat kepala menjadi pusing, akhirnya hujan turun.


Hujan turun mulai sore tadi. Hujan yang tiba-tiba membuat rencana yang sudah kita persiapkan, terpaksa harus dijeda terlebih dahulu. Tapi tidak perlu menunggu waktu yang lama hujan mulai reda.

Saya dari dulu suka hawa yang dingin dari pada yang panas. Begitu juga dengan minuman. Saya lebih suka minuman yang dingin daripada yang hangat maupun panas. Bahkan saat hujan saya juga suka minum minuman yang dingin. Tidur saya menjadi nyenyak apabila cuacanya hujan dan menimbulkan dingin yang menusuk hingga ke kulit.

Hujan juga pasti mengingatkan kita pada suatu hal. Baik yang kita senangi ataupun yang kita benci. Hujan mengajarkan kita banyak hal. Andai saja kita dapat mengambil pelajaran dari hujan.


Kita sudah berada di penghujung Bulan Ramadhan. Yang artinya sebentar lagi tiba waktunya lebaran. Tidak terasa kita hampir menyelesaikan puasa ini. Banyak sekali pelajaran yang dapat kita ambil di Bulan Ramadhan ini. Khususnya dalam hal menahan.


Tapi semakin di penghujung bulan, kita bukannya semakin rajin, malah semakin malas. Terutama jama'ah di masjid yang sudah mulai mengurang. Itulah mengapa judul kali ini adalah Jama'ah Boleh Kurang, Semangat Jangan.

Seharusnya diakhir bulan ini kita harus semakin rajin meningkatkan ibadah kita. Mendekatkan diri kepada yang Kuasa. Tapi kenyataannya kita malah berpaling dan sibuk dalam urusan dunia. Termasuk saya juga.

Ingin rasanya selalu meningkatkan keimanan kita, terlebih ini adalah bulan yang mulia. Semoga amal ibadah yang kita kerjakan selama Bulan Ramadhan ini diterima oleh Allah SWT. 

Catatan: Sabtu 01 Mei 2021