A
h sudah lama rasanya tidak menulis, mungkin dikarenakan waktu yang tidak bisa saya atur dengan baik. Mungkin semua tentang prioritas bukan tentang sibuk ataupun ada waktu luang. Akhir-akhir ini memang sedang asyik dengan pekerjaan yang membuat saya lama tidak membuat tulisan. Saya sudah tau tulisan saya tidak ada yang membaca tapi ah sudahlah.


Baca juga : Pakai Selagi Bisa


Waktu itu sempat ingin membuat tulisan tentang "berharganya waktu" tapi karena saya susah membagi waktu alhasil tulisan tersebut gagal tertulis, belum ada setengah tulisan mau tidak mau harus dihapus. Akhir-akhir ini memang waktu saya lebih banyak digunakan untuk bekerja ditambah lagi dengan lembur yang jamnya tidak bisa ditebak.


Sebenarnya saya lama tidak menulis dikarenakan bingung ingin menulis apa di blog. Tentang keluarga sepertinya belum saatnya untuk ditulis. Tentang percintaan apalagi, saya bukan jagonya kalau masalah itu. Kemampuan yang dulu mungkin sudah mulai hilang, kembali menjadi manusia biasa lagi yang berharap akan keajaiban. Dulu mungkin bisa membuat keajaiban tanpa menunggu keajaiban itu datang tapi sekarang...


Hey tapi ngomong-ngomong tentang percintaan, saya mendapat inspirasi saat teman saya mengajak nonton SERIES KALIHWELASKU. Sudah lama saya tidak menonton tentang percintaan atau apalah itu. Hanya sibuk geser-geser instagram atau bermain game untuk mengisi waktu luang.


Mulai dari itu,


Oke tulisan di atas terakhir ditulis tanggal 3 Januari, aggrhh lama banget tertundanya. Okee mulai dari mana lagi ya nulisnya?


Lanjut lagi ya tulisannya. Setelah saya nonton series tersebut, saya mulai tertarik lagi untuk menonton film indonesia terutama tentang romance. Terlalu sering nonton anime sehingga lupa untuk menonton film.


Saya mendapat inspirasi saat menonton film tentang percintaan atau biasa disebut dengan romance. Banyak hal seperti alasan kenapa seseorang bisa bertemu dan akhirnya berpisah. Saya sebagai laki-laki, mungkin hanya bisa melihat dari sudut pandang saya sendiri tanpa memikirkan sudut pandang perempuan. Yang menurut kita benar ternyata belum tentu benar di mata orang lain. Kita berfikir inilah hal yang terbaik untuk sebuah hubungan tapi menurut pasangan kita mungkin itu adalah hal terburuk dalam hubungan saat hal tersebut dilakukan. 


Bertemunya seseorang sejatinya untuk dipisahkan. Tapi tidak selamanya dipisahkan begitu saja. Di akhir nanti ada kemungkinan bisa dipertemukan kembali.


Kedua belah pihak memiliki kesedihan masing-masing yang bahkan orang lain tidak pernah tau apa yang mereka rasakan. Mereka hanya melihat hubungan pasangan tersebut langgeng saja tanpa melihat dibelakang yang sebenarnya perlahan menghancurkan hubungan mereka.


Lama atau tidaknya suatu hubungan memang tidak sepenuhnya menjamin bahwa hubungan tersebut bakal awet. Ini berlaku untuk semua, tidak hanya tentang percintaan. Yaa mungkin saja tentang pertemanan. Contohnya saja teman sekolah kita yang dari dulu akur dengan kita, kemana-mana dengan kita ehh setelah sekian lama tidak bertemu akhirnya sifatnya berubah juga tidak seperti yang dulu lagi.


Kita memang tidak bisa menilai sesuatu dari satu sisi saja, melainkan kita harus melihat dari berbagai sisi agar kita tidak salah mengira ataupun salah paham. Memang sedikit rumit, tapi hal itu lah yang seharusnya kita lakukan sebelum menilai sesuatu. Biasanya yang kita anggap baik trnyata bisa saja aslinya buruk dan begitu juga sebaliknya.



Membeli barang baru membuat perasaan bahagia timbul dalam diri kita. Tapi terkadang hal tersebut hanya di awal saja dan ketika sudah dipertengahan akan bosan dan akhirnya dibuang.


Baca juga : Curhat


Saat sekolah dulu khususnya SD, setiap kenaikan kelas biasanya akan ada barang baru seperti sepatu, tas, buku, sepeda ataupun yang lainnya. Seolah semua itu menjadi kewajiban yang terstruktur. Padahal masih banyak barang yang bisa dipakai tapi karena kurang menarik lagi ataupun lecet sedikit kita malah meninggalkannya begitu saja.


Selama Masih Bisa Diperbaiki Kenapa Harus Beli?

Banyak barang yang mestinya masih bisa berfungsi dengan baik namun malah kita tinggalkan begitu saja karena kurang menarik. Kalau dipikir lagi padahal barang tersebut masih berfungsi dengan baik.


Headset yang copot sedikit saja harus langsung diganti padahal kita bisa memberi lem supaya merekat kembali dannn bisa dipakai lagi deh. Begitu juga dengan sepatu ataupun sendal yang sudah mangap karena kelaparan. Kita bisa saja menggunakan lem atau menjahit sepatu kita supaya bisa digunakan kembali. Itu hanya beberapa contoh kecil saja agar kita tidak sembarangan membuang barang yang masih layak untuk dipakai.


Beli Kalau Memang Benar-Benar Rusak

Kalimat yang mudah diucapkan namun sulit untuk dijalankan. Hmm, mungkin termasuk saya juga ya. Kalau ngomongin judul kecil diatas, saya punya cerita tentang sepatu.


Mulai saya bersekolah dari kelas 1 Aliyah sampai lulus, saya tidak pernah membeli sepatu kecuali sepatu untuk olahraga. Sepatu saya hanya itu-itu saja sampai lulus. Yaa memang ada sedikit robek tapi saya sudah nyaman dan berpikir kenapa harus mengganti sepatu? Sepatu kedua saya sepatu olahraga karena saya ketika di Aliyah mengikuti kegiatan ekstra yaitu bola voli. Hanya sekedar iseng dan untuk mengisi waktu luang.


Berikan Barang yang Sudah Tidak Kita Inginkan

Banyak pakaian yang menumpuk di lemari padahal yang kita pakai hanya itu-itu saja. Kenapa kita tidak menyisakan ruang di lemari kita agar ia bisa bernapas lega. Memberikan kepada saudara kita atau mungkin orang lain. Dengan catatan yang masih layak ya.


Saya mempunyai 2 saudara yang semua itu adalah laki-laki. Saya sendiri adalah anak ke 2 yang sudah pasti pernah merasaan pakaian yang sudah sauadara pertama saya kenakan. Yaa karena mungkin sudah tidak muat ataupun karena hal yang lainnya. Begitu juga dengan saya yang memberikan pakaian saya kepada adik saya karena beberapa alasan. 


Ada untungnya kita melakukan hal tersebut. Selain memberi ruang untuk lemari, kita juga bisa lebih fokus lagi dan ga ribet saat memilih pakaian.


Gunakan Semaksimal Mungkin

Menggunakan barang sampai titik darah penghabisan itu ada perasaan wah tersendiri. Contoh saja nomor yang saya pakai saat ini adalah nomor yang saya dapatkan saat masih duduk di sekolah dasar. Tapi nomor tersebut ternyata sudah digunakan oleh Mas saya terlebih dahulu. Wow sudah lama sekali ya dan masih bertahan sampai sekarang.


Meggunakan sendal sampai tipis dan mungkin sobek sudah pernah saya lakukan dan itu tidak menjadi masalah yang berarti. Dan saat ini saya menggunakan handphone yang sudah retak dan masih keluaran lama. Semua tidak menjadi masalah selama masih bisa digunakan dengan baik.


Curhat itu apa si ya? Mengutip dari Wikipedia, "Curhat atau curahan hati merupakan saat di mana satu orang mencoba untuk menceritakan sesuatu kepada orang-orang yang dianggap dekat, dan biasanya yang diceritakan itu masalah personal." Tapi dengan majunya teknologi sekarang, seseorang malah banyak menghabiskan waktu untuk curhat ke media sosial.

Mengapa Kita Harus Curhat?

Sebenernya ga harus-harus banget kita curhat, apalagi sampai ke media sosial. Curhat dengan orang lain juga harus selektif jangan sampai apa yang kita ceritakan malah jatuh ke orang yang tidak benar. Niatnya ingin mencari solusi malah jadi menambah masalah karena salah menyampaikan kepada orang lain.

Baca juga : Menentukan Pilihan

Curhat sendiri menurut saya termasuk penting karena dengan adanya curhat, sesuai dengan namanya kita bisa mencurahkan isi dalam hati kita untuk mengurangi beban yang sulit untuk kita simpan sendiri.

Dengan adanya curhat kita berharap akan adanya solusi untuk masalah yang kita hadapi saat ini yang kemungkinan kita belum tau atau belum sanggup untuk mengambil keputusan tersebut.

Kemana Seharusnya Kita Curhat?

  • Media Sosial, biasanya atau mungkin kebanyakan orang lebih suka mencurahkan unek-uneknya ke media sosial. Mungkin ada yang memang benar mencari solusi atau mungkin hanya sekedar ingin didengar dan mencari perhatian.

  • Teman, curhat juga biasanya dilakukan dengan teman atau sahabat yang kita percaya. Enaknya di sini, kadang teman memberikan kita solusi dan banyak pilihan tanpa memaksakan kehendak kita. Tapi harus berhati-hati juga kalau curhat ke teman, yaaa tau sendiri "teman".

  • Keluarga, biasanya sering kita lupakan, padahal keluarga yang bisa jadi paling mengerti kehidupan kita. Curhat dengan keluarga terkhusus mamak, bisa membuat kita lega atau nama lainnya itu plong dengan masalah yang kita hadapi. Jangan lupakan saudara juga karena saudara yang sudah dari kecil bersama kita, main bareng bahkan berantem bareng jadinya lebih tau tentang kita.

Jangan Dipendam

Kadang kita merasa sok kuat dengan menyimpan segala unek-unek atau masalah kita tanpa kita ceritakan kepada siapapun. Selagi kita mampu menghadapi ya ga masalah tapi yang jadi masalah itu saat kita ga kuat tapi malah dipaksa biar jadi sok keren atau apalah itu. Baik laki-laki maupun perempuan yee.

Menulis membuat saya lapar. Heyy mungkin menulis bisa menjadi obat saat saya tidak nafsu makan.

Sumber :


Hari ini hujan yang berakibat tidak adanya kegiatan bekerja. Dari kemarin sore hingga pagi hari ini hujan terus turun mengguyur bumi ini. Udara dingin tentu bisa menusuk hingga ke dalam tulang. Bak mandi yang awalnya sedikit dan susah terisi oleh air, kini bisa terisi hampir penuh oleh turunnya hujan.


Baca juga : MERANTAU ADALAH JALAN NINJAKU - Sambas #1


Istirahat tentu menjadi pilihan utama yang dilakukan saat tidak bekerja. Tapi badan yang biasanya digunakan bekerja, seketika malah terasa capek karena tidak melakukan kegiatan. Hahh tidur terus sambil membuka aplikasi untuk hiburan. Jarang sekali hujan bisa sampai selama ini, harus bersyukur karena hujan itu anugerah.


Sudah lama tidak menulis untuk mengisi blog pribadi ini. Walaupun tulisan ini tidak memenuhi standar mungkin. Hanya sekedar mengisi lembar yang kosong agar bisa dijadikan sebuah cerita yang harus dipindah karena isi kepala sudah hampir penuh. Setidaknya mengurangi beban pikiran yang ada ini. Hidup menjadi orang lain itu enak, yaa bagi mereka yang mebanding-bandingkan hidupnya dengan orang lain.