Disaat kalian sedang terpuruk, siapa si atau apa yang bisa membuat kalian bangkit lagi untuk menghadapi semua ini?


Kadang kita perlu rasa perhatian dari orang lain tapi kadang ada juga orang yang harus minum banyak-banyak karena dia haus akan perhatian. Tapi ga ada masalah selama ada yang perhatian sama dia baik banyak maupun sedikit orangnya. Bentar, kalau dipikir lagi emangnya seperlu itu ya kita dengan yang namanya support system?


Saat mundur kita perlu dorongan dari diri sendiri ataupun dari orang lain. Tapi siapa orang lain yang dimaksud? Apakah ada orang yang benar-benar akan membantu kita saat kita terpuruk?


Siapa support system kalian saat ini? Pacar, keluarga, teman, rekan kerja atau siapa?


Kita sering lupa dengan sahabat kita yang selalu setia menemani kita terlebih pada waktu malam hari. Yap bener banget, kesedihan.


Kesedihan yang membuat hari-hari kita menjadi kacau dan amburadul. Tapi entah kenapa kesedihan ini juga membawa kita ke arah yang lebih baik lagi. Rasanya tanpa kesedihan hidup ada yang kurang untuk dijalani.


Kesedihan sudah sangat melekat pada diri ini dan memang jujur sangat susah untuk ditinggalkan. bahkan saat kita bahagiapun, kita pasti akan mencari cara agar diri kita terus bersedih. Entah kenapa, tapi seperti ada energi tambahan saat kita bersedih. Ah rasanya kurang kalau hanya kesedihan, harusnya ada kekecewaan dan penyesalan yang harus bersatu didalamnya.


Sedih bukan berarti selesai. Justru saat bersedih bisa jadi kita baru akan memulai hal-hal yang besar. Ahh omong kosong, kayaknya tulisan ini cuma bacot doang isinya.



Dimana dulu aku yang selalu berambisi untuk menjadi yang nomor satu? Dimana juga aku yang selalu menerjang semua dengan maksud menggapai tujuan yang diinginkan? Dimana aku yang melalukan segala macam hal agar menjadi lebih baik? Dan dimana aku yang selalu merasa bersalah hingga tak kunjung padam saat melakukan kesalahan?


Memang benar ucapan "semua orang ada masanya dan semua masa ada orangnya". Yang dulunya selalu bekerja keras agar semua mata tertuju kepadanya sekarang malah santai dalam menghadapi kehidupan. Ada juga yang dulunya malas-malasan tapi sekarang malah rajinnya minta ampun.


Masa Sekolah


Kalau ditulis dan dijadikan cerita, kita mulai dari latar tempat sekolah. Di tempat ini adalah tempatnya bersaing antar murid. Mendapatkan ranking satu adalah tujuan mereka supaya terkenal dan mudah diingat oleh guru. Padahal dengan cara nakal kita juga bisa diingat oleh guru. Yang ga bisa diingat itu biasanya murid yang biasa-biasa aja. Tapi itu semua ga penting karena yang mau kita tulis bukan tentang itu.


Baca juga : Tempat Makan


Belajar dengan giat, mengerjakan tugas dengan baik, mencontek, menuduh, mengisi jawaban saat guru sedang membacakannya, semua dilakukan agar bisa menjadi si nomor satu.


Usia Dini


Saat masih kecil biasanya kita mudah terpengaruh dan memiliki ambisi yang kuat saat sedang menginginkan sesuatu. Menabung dan rela ga jajan demi membeli tas misalnya, ataupun membeli laptop agar bisa memudahkan saat belajar. Semua bisa karena ada niat yang besar dan didorong oleh semangat dari diri sendiri maupun orang lain.


Game


Ga cuma di sekolah, melainkan ambisi datang saat kita sedang bermain video game. Menghabiskan waktu untuk mengurung diri di kamar dan menghamburkan uang agar bisa menaikkan level dalam video game. Tapi kita lupa untuk menaikkan level di kehidupan yang sebenarnya. Ga ada yang salah sebenarnya dalam bermain video game, toh bisa membuat kita menjadi pro player misalnya.


Pasangan


Ambisi mendapatkan pasangan juga begitu. Saat usia-usia sekolah atau bisa dikatakan masa puber, rasa ingin mendapatakn pasangan itu kayaknya sudah menjadi hal yang biasa saat umur segitu. Melihat teman-teman mendapatkan pasangan, kita juga pengen rasanya memiliki pasangan. Walaupun kadang kisah cinta usia segitu ga berjalan mulus seperti yang diharapkan. Hanya sekedar mengenal gimana si dunia percintaan ini? Ya setelah itu kita bakal melanjutkan kehidupan seperti orang pada umunya.


Masa Depan


Saat SD ingin menjadi tentara, menginjak SMP ingin menjadi guru, naik lagi satu tingkat ke jenjang SMA ingin menjadi pengusaha, dan akhirnya setelah lulus malah bingung mau jadi apa.


Semua rencana yang dari dulu sudah direncnaakan seperti sia-sia dan membuat kita kecewa dengan keadaan. Kadang hal seperti itu lah yang membuat kita ingin hidup dengan damai.


Hidup Damai


Sekarang malah mikir gimana caranya hidup tenang tanpa ada beban. Mencari ketenangan dengan lebih banyak menghabiskan waktu dengan teman ataupun keluarga biasanya sudah cukup. 


Rasanya kalau diingat-ingat lagi ke belakang, masalah begitu banyak karena kita sendiri yang menciptakannya. Sampai-sampai kita lupa untuk beristirahat sejenak dan melupakan masalah tersebut. Walaupun ga menyelesaikan masalah tapi setidaknya kita bisa melupakan walaupun hanya sejenak.


Berpikiran positif dan ga terlalu ambil pusing adalah jalan ninjaku yang sekarang. Capek mikir mending dijalani aja dan pasti tetep ada jalannya walaupun jalan rusak ataupun berlubang yang penting bisa sampai pada tujuan.


Dari tulisan diatas seperti sekolah, pasangan, cita-cita, bahkan masa depan tidak terlalu dipikirkan untuk saat ini. Biarkan mengalir dan ikut alurnya saja. Walaupun sesekali juga memberontak.


Hidup yang sederhana yang ga neko-neko. Santai, tenang, perlahan untuk menuju kedamaian.


Ah rasanya kehilangan jati diri yang dulu selalu berambisi kini malah jadi acuh tak perduli. 


Tapi apa semua orang berpikiran seperti ini? Ga juga, semua orang punya jalan ninja masing-masing.




Sesuai namanya tempat makan jelas tempat yang bisa kita gunakan untuk makan. Bukan makan tempatnya tapi makan makanan yang kita pesan. Tapi tempat makan bukan hanya sekedar itu. Tak hanya digunakan untuk tempat kita makan, melainkan banyak cerita yang bisa kita dapat dari tempat yang satu ini.


Baca juga : Deja Vu


Setiap acara ataupun pertemuan sering kita jumpai di tempat makan. Karena sejatinya manusia butuh makan untuk melanjutkan keberlangsungan hidupnya. Balik lagi ke topik yang akan kita bahas. Banyak jenis makanan yang ada di Indonesia tercinta ini. Mulai dari yang berkuah sampai yang goreng-gorengan, mulai dari yang biasa aja sampai ada juga yang diluar nalar. Tapi semua memiliki ciri khas rasa tersendiri.


Kalau ngomongin rasa di makanan, kadang bisa mengingatkan kita kepada sesuatu yang sudah pernah terjadi sebelumnya dalam kehidupan kita. Masakan mamak kita jelas berbeda dengan masakan yang kita beli di tempat makan. Tapi ga tau enakan yang mana, yang jelas bukan mana yang enak atau enggak, melainkan rasa ikhlas saat memasak yang jarang kita temui saat makan ditempat yang lain.


Tempat makan menjadi saksi bisu banyaknya pertemuan dan perpisahan. Semakin banyak tempat makan yang kita kunjungi maka akan semakin banyak juga kenangan yang akan tersimpan di dalamnya. Contoh kecilnya saat kita dulu sering makan di tempat makan langganan kita tapi sekarang udah ga sempat lagi atau bahkan ga pernah lagi karena suatu alasan, saat kita melewati tempat makan tersebut biasanya akan terlintas "oh iya aku pernah ke sini dulu". Mulai dari menu yang kita pesan sampai tempat duduk yang sering kita duduki bersama saja masih hapal letaknya.


Tempat makan juga termasuk tempat yang nyaman untuk bercerita. Ga mungkin kan kita setelah selesai makan terus tiba-tiba pergi gitu aja? Ga mungkin kan. Paling tidak, kita pasti diam sejenak dan memulai obrolan sambil menunggu nasi di dalam perut ini turun. Pengunjung lain serasa ga diperduliin, padahal mereka udah nunggu untuk duduk.


Kita memang bisa melupakan tempat-tempat yang lain tapi untuk tempat makan kayaknya ga bisa.


Tempat makannya belum berubah, yang berubah adalah pengunjungnya.



Fenomena yang mungkin hampir semua orang mengalaminya, yaitu deja vu.


Mengutip dari Wikipedia, Déjà vu, dari bahasa Prancis, secara harfiah "pernah dilihat", adalah fenomena merasakan sensasi kuat bahwa suatu peristiwa atau pengalaman yang saat ini sedang dialami sudah pernah dialami di masa lalu. Déjà vu adalah suatu perasaan telah mengetahui dan déjà vécu adalah sebuah perasaan mengingat kembali.


Baca juga : Memutar Waktu


Pernah dilihat, tidak hanya dilihat melainkan bisa kita rasakan melalui media yang lainnya, seperti musik, parfum, tempat, seseorang dan yang lainnya.


Musik


Melalui media ini kita lebih sering merasakan sesuatu yang pernah terjadi saat kita mendengarkan musik. Contohnya saat kita sedih dan saat itu pula kita mendengarkan lagu dari Skinnyfabs - ghost. Lagu yang penuh dengan kenangan, nanti apabila kita sudah bisa tersenyum dan kembali ceria lagi, tapi kita tidak sengaja memutar lagu tersebut maka suasana sedih akan kembali lagi seperti pada waktu itu. Mengingat kembali peristiwa sedih yang membuat kita frustasi hilang tanpa arah.


Tapi tidak hanya sedih yang bisa kita rasakan. Sebaliknya, saat kita senang dan mendengarkan lagu dari J-Rocks - Ceria. Maka suatu hari nanti saat kita mendengarkan lagu itu maka kenangan kebahagiaannya akan kita rasakan kembali.


Masih banyak lagu yang memiliki kenangan di dalam hidup kalian masing-masing. Jadi, lagu apa yang membuat kalian ingat akan kesedihan?


Parfum


Bau wewangian bisa mengingatkan kita kepada peristiwa yang sudah pernah kita alami sebelumnya. Contohnya mungkin saat kita sekolah menggunakan parfum A dan saat di rumah menggunakan parfum B selanjutnya saat jalan-jalan menggunakan parfum C. Semua memiliki cerita tersendiri dalam hidup kita. Tergantung momen apa yang melekat sampai kita tidak bisa melupakan wangi dari cerita masalalu. Seperti lagu Abadi




Tempat


Seperti di dalam cerita, latar tempat sangat penting karena di situlah banyak terjadi adegan ataupun kejadian yang bisa saja menjadi sejarah dalam hidup kita.


Yang paling sering adalah tempat makan. Tempat biasa orang berkumpul untuk bertemu maupun beristirahat. Tempat makan pasti menyediakan makanan yang justru menambah daya ingat kita terhadap masa lalu yang pernah kita alami. Baik dengan teman, pacar, keluarga, ataupun dengan orang random yang lainnya.


Semua kejadian bisa mengingatkan kita kepada masa lalu yang sudah pernah kita tulis dalam diri kita tanpa adanya kertas maupun pena. Tulisan di dalam diri kita sangat permanen dan sulit untuk dihapus. Lebih tepatnya sudah terpahat dan lebih parahnya sudah tertanam dalam jiwa kita.


Mengingat sudah pasti kita lakukan. Tapi tidak semua harus kita ingat dan malah jadi pemghambat untuk kita maju ke depannya.


Tulisan ini saya tulis dalam keadaan mode ngantuk (koreksi bila ada kesalahan)


Sumber :