Tampilkan postingan dengan label Waktu Sekolah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Waktu Sekolah. Tampilkan semua postingan


Sekolah adalah tempat untuk menuntut ilmu. Padahal ilmu itu tidak salah tapi kenapa harus dituntut ya? Hmm, oke lanjut lagi ya tulisannya. Di sekolah banyak kisah menarik yang susah untuk dilupakan. Walaupun kadang ada cerita yang mau tidak mau harus kita lupakan.


Tapi dari sekian banyak cerita menyenangkan di sekolah, terkadang kita malas untuk berangkat ke sekolah. Padahal orang tua kita sudah susah payah untuk membiayai kita untuk mencari ilmu di sekolah. Harapan orang tua sangat besar kepada kita sebagai generasi penerusnya.


Penyemangat di Sekolah


Oleh sebab itu terkadang kita harus mempunyai motivasi atau penyemangat agar kita rajin berangkat ke sekolah. Tidak hanya sekedar rajin berangkat tapi harus rajin juga dalam menuntut ilmu. Karena ada pepatah yang mengatakan "Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina". Begitu lah kira-kira.


Apa si sebenarnya yang membuat kita semangat untuk berangkat ke sekolah?


  • Teman Kelas


Nah teman kelas bisa juga menjadi salah satu penyemangat kita dalam belajar. Rasanya gimana gitu saat teman karib kita tidak berangkat ke sekolah, rasanya kayak ada yang kosong aja gitu. Padahal masih banyak teman yang lainnya, walaupun yang lainnya hanya sekedar teman biasa bukan teman dekat.


  • Guru


Yap bener banget, kadang guru juga bisa membuat kita semangat dalam menjalani aktivitas belajar kita. Padahal kebanyakan murid malah menghindar saat ada guru yang datang untuk mengajar. Tapi tidak semua guru kan kalian begitu? Ada pengalaman saya sendiri saat masih duduk di bangku MTs, saya sangat senang sekali belajar PPKn. Guru yang mengajar saya waktu itu adalah ibu Wiji Yatmini.


Kenapa saya suka dengan beliau? Karena beliau mengajar dengan metode yang berbeda dengan guru yang lainnya. Disaat guru yang lain menerangkan menggunakan buku sebagaimana pada umumnya, beliau sudah menggunakan laptop dan proyektor. Materinya juga sudah dirangkum yang membuat kita jadi lebih mudah memahami apa yang disampaikan beliau. Soal ulangan ataupun ujian juga tidak jauh berbeda dengan apa yang disampaikan beliau. Dan itu yang membuat saya pada saat itu ingin menjadi guru PPKn dengan menggunakan metode yang beliau ajarkan.


Baca juga :


  • Jajanan di Kantin


Mungkin banyak juga dari kalian yang ke sekolah malah buat jajan bukannya malah belajar kan? Dikarenakan jajanan kantin yang enak dan terjangkau, kita malah ketagihan di kantin ketimbang di kelas. Sampai-sampai bel sudah berbunyi dan kita masih di kantin.


  • Acara Sekolah


Event sekolah bisa juga jadi alasan kita untuk betah lama-lama di sekolah. Saat ada pertandingan ataupun kompetisi, di situlah saatnya kita unjuk gigi atau penampilan. Pasti kita punya bakat masing-masing, seperti di olahraga, akademik, maupun seni. Tidak punya pun tidak mengapa yang penting kita ikut berkontribusi untuk sekolahan kita.


Masih banyak sebenarnya hal-hal yang membuat kita semangat dalam menempuh pendidikan, jadi apa alasannya kita malas untuk berangkat ke sekolah?


Baca juga : Hari Pertama Masuk Sekolah (2017)


Bandel di Sekolah


Tapi ngomongin pendidikan saat ini... Eh mungkin dari dulu ya, setiap generasi pasti ada aja yang bandel di sekolah. Mulai dari berpakaian yang tidak rapi, susah diatur oleh guru, dan masih banyak lagi perbuatan tidak terpuji yang lainnya. Sama saat saya sedang merantau sekarang, saya melihat pemandangan murid yang terlambat ketika upacara, susah diatur, dan membentak guru yang memberikan ilmu kepada mereka. Saya terdiam sejenak dan heran kenapa mereka seperti itu ya? Tapi saya berfikir lagi lebih dalam, apakah saya juga seperti itu dulu? Datang terlambat pernah saya lakukan dulu dan saat menginjak Aliyah saya malah sengaja berangkat siang supaya terlambat.


Ternyata apa yang pernah kita lakukan dulu kembali lagi ke diri kita sendiri ya, malu ternyata melihat generasi sekarang yang ternyata susah diatur juga. Padahal masih tingkat dasar yaitu SD.


Baca juga : Kumpul Teman SD


Waktu yang Tidak Terasa


Waktu yang kita habiskan untuk belajar terkadang tidak kita rasakan. Ehh ujuk-ujuk udah mau lulus aja ni. Padahal rasanya baru kemaren sore daftar sekolahnya. Kenangan pahit maupun manis sudah mulai kita rasakan sekarang. Teman SD belum tentu bisa bertemu lagi disaat SMP, begitu juga saat SMA nanti. Setiap orang ada masanya dan setiap masa ada orangnya.


Dari tahun ke tahun memang banyak perubahan mulai dari sekolah kita yang jauh lebih bagus saat kita sudah lulus ataupun teman yang sudah mulai berubah tidak seperti dulu lagi.


Baca juga :


Semua Bagaikan Keluarga


Yang awalnya masuk belum kenal siapa-siapa tapi setelah lulus malah takut kehilangan. Yahh kebanyakan memang begitu yang awalnya biasa saja tapi saat ada perpisahan pasti merasakan kesedihan. Tapi yang paling sedih bendahara karena banyak yang belum lunas bayar uang kas. Bagi mereka yang merasa sendirian di rumah dan malah merasa asyik di sekolah pasti akan merasakan perpisahan yang amat dalam bukan?


Baca juga : Namanya Juga Teman


Kenangan Masa Sekolah


Banyak kenangan yang harusnya kita bangga saat bersekolah. Mendapatkan juara kelas 1,2,3,4 atau juga bisa mendapatkan juara tarik tambang, balap karung, makan kerupuk dan juara bertahan... Pasti membanggakan bagi kita dan orang tua kita melihat anaknya yang berprestasi. Tapi jangan sampai prestasi tersebut hanya menjadi piala kosong yang terpajang di lemari kaca. Ya semua hanya piala dan penghargaan kosong.


Baca juga : Peringkat


Kenangan masa sekolah yang paling berkesan tentu bersama teman-teman. Bisa mendekor ruangan kelas dan bisa juga memenangkan perlombaan 17 Agustusan, yaa walaupun mungkin ada kelas yang dicurangi. Tapi semua kembali lagi ke diri kita sendiri bagaimana menanggapinya. Kenangan bersama teman kelas mungkin bisa kita temukan lagi saat kita reuni.


Baca juga : BUKBER - 1442 H #7


Kisah Cinta di Sekolah


Yahh memang ga ada yang bisa ngalahin masa-masa seperti ini. Dimana kita baru tumbuh dewasa dan mulai tertarik dengan lawan jenis. Mungkin bisa dibilang cinta monyet karena belum tau arti kehidupan sebenarnya setelah lulus. Belum bisa berfikir jernih dan lebih mementingkan ego sendiri.


Masa ini mungkin memang sulit dipatahkan ya. Kisah cinta di sekolah memang seperti di film-film. Kayak contohnya di film Indonesia yaitu "Dilan".


Kisah cinta di sekolah memang nyata adanya. Terkadang hal ini lah yang membuat kita merasa bersemangat untuk melanjutkan pendidikan. Banyak yang ingin berhenti bersekolah namun saat melihat senyummu berasa ingin ga naik kelas biar sama-sama kamu terus. Uwekkk, agak mual ya dengernya.


Mungkin kisah cinta ini dijadikan alasan untuk semangat berangkat ke sekolah. Mencari ilmu itu nomor satu, yang nomor dua itu melihat senyummu eaaakk. Uwekkk 2x.


Tapi kisah cinta yang sebenarnya dinilai saat kita sudah tamat dari sekolah.


Baca juga :



Hal Menyebalkan di Sekolah


Banyak dari kita yang mungkin saja malas untuk berangkat sekolah bukan dikarenakan sekolahnya tapi juga bisa dikarenakan gurunya. Terlalu banyak aturan yang tidak masuk akal, membuat aturan untuk murid tapi mereka malah melanggarnya, dan yang lain bisa disebutkan di kolom komentar ya. Tapi ga semua guru yang seperti itu. Kami masih menghormati guru sebab ada merekalah kami bisa menjadi seperti ini. Doa guru itu sangat kita butuhkan untuk masa depan kita. Karena guru kita adalah orang tua kedua kita setelah orang tua dirumah.



Kata Mereka Tentang Sekolah


Banyak yang tidak tegas dalam menghadapi murid. Begitulah kira-kira ucapan yang saya dengar dari orang tua sekarang. Tapi mau gimana lagi ya, menghadapi siswanya yang susah diatur dan semaunya sendiri. Sebagai guru juga bingung, ingin berbuat kasar nanti orang tua tidak terima tapi dibiarkan malah menjadi jadi.


Padahal siswa yang kita kira buruk dan nakal adalah siswa yang biasanya rajin membantu orang tuanya di rumah. Tapi mengapa mereka malah memberontak kepada guru ya. Jadi siapa yang harus disalahkan di sini. Sudah pasti yabg salah yang ada di penjara kan.


Rasanya Ingin Kembali ke Sekolah


Yap bener banget ni kalimatnya. Rasa sesal setelah lulus tapi tidak banyak meluangkan waktu dengan teman adalah saya. Teman mungkin menjadi prioritas kedua saya. Mungkin saya terlalu sibuk dengan dunia saya sendiri sampai-sampai saya harus kehilangan momen yang seharusnya sayang kamu lagi apa... Eh maksudnya sayang untuk dilewatkan. Tapi akhir-akhir ini saya menyadari bahwa teman memang yang kita butuhkan ketimbang...


Baca juga : Kesalahan Terbesar


Waktu memang ga bisa diputar tapi kita bisa menjalani sisa hidup ini walau tak bersamamu... Ehh maksudnya menjalani sisa hidup ini... Ahh lupa jadinya mau nulis apa ni.


Baca juga : Istirahat


Sekolah Untuk Mencari Ilmu


Yang jelas sekolah adalah tempat kita mencari ilmu bukan mencari pekerjaan. Jadi jangan sangkut pautkan terlalu berlebihan antara sekolah dan pekerjaan. Tidak ada salahnya mereka yang jurusan IPA berjualan di pasar, tidak ada salahnya mereka yang jurusan otomotif malah di sawah, tidak ada salahnya juga mereka yang kuliah tinggi tidak bekerja sesuai dengan jurusan yang mereka pilih. Setidaknya mereka sudah berusaha dan menentukan pilihan mereka sendiri.


Pilih pilihanmu sendiri tapi jangan lupa bertanggung jawab dengan apa yang sudah kamu pilih.


Sekolah adalah masa dimana seharusnya kita menikmati waktu bersama teman-teman. Terkhusus masa Aliyah atau SMA yang dimana itu adalah masa-masa akhir sekolah kemudian dilanjutkan dengan perpisahan. Sangat rugi sebenernya kalo kita ga manfaatin waktu tersebut dengan bijak. Nilai dalam sekolah memang penting, tapi kita kadang lupa bahwa cerita juga penting saat kita bersekolah.

Baca juga: Hari Bahagia

3 tahun saya di Aliyah, namun saya masih merasa rugi dalam memanfaatkan waktu, terutama dengan teman. Saya mungkin sudah kehilangan akal saat Aliyah sehingga melupakan teman begitu saja demi sesuatu yang sekarang sepertinya tidak berguna bagi saya. Walaupun begitu saya sadar waktu tidak bisa diulang.

Saya heran, kenapa saya baru sadar bahwa teman adalah segalanya saat ini. Melebihi pekerjaan, keluarga, pacar, bahkan mungkin juga uang. Saya benar-benar merasa bersalah tidak banyak menghabiskan waktu dengan teman.

Ajakan ngumpul ataupun foto bersama sering saya tolak dan bodohnya lagi saya harus membuat alasan yang ga jelas supaya ga ikut ajakan teman. Miris mendengarnya, saya pun baru sadar ternyata selama ini saya benar-benar membuat kesalahan yang besar. Padahal semua itu bisa dijadikan kenangan atau cerita saat lulus sekolah.

Saya punya cerita yang membuat saya merasa bersalah selama 3 tahun Aliyah. Saat saya lagi ngumpul dengan ketua kelas, kami iseng-iseng membuka grub messenger kelas. Di situ saya melihat banyak kenangan kelas berupa foto maupun video. Saya jadi teringat kembali saat saya masih duduk di bangku sekolah. Canda, tawa, maupun kesedihan campur aduk di kelas kami. Mulai dari perpecahan sampai penghianatan sebenernya sudah kami rasakan saat Aliyah, itung-itung buat latihan kalo udah lulus.

Saya melihat kenangan foto yang menunjukkan saya terlalu membatasi diri dengan teman. Aneh mendengarnya tapi itu yang terjadi. Padahal semua adalah teman tapi kenapa saya malah membatasi diri.

Kalau di kelas, saya kadang menjauh dari perkumpulan teman-teman, dan parahnya lagi saya malah ga ada ngobrol dengan teman sampai bertahun-tahun, jangankan ngobrol, ngomong aja ga pernah. Parah si ya kalo kayak gini, mungkin saya udah ga sehat waktu itu ya. Selalu menghindar kalo ngumpul, alasan ke WC lah atau kemana lah untuk menghindari teman.

Sampai ada yang baru buka suara kepada saya selama bertahun-tahun. Ada yang bilang saya bersikap beda kepada teman-teman. Yaaa saya sadar dan lagi-lagi merasa bersalah selama ini.

Sadar dan minta maaf kepada teman adalah cara yang tepat untuk memperbaiki ini semua. Mulai menyambung silaturahmi lagi dan yang lebih penting saya sebisa mungkin menyempatkan waktu berkumpul dengan taman, ya itung-itung buat bayar kesalahan saya dulu yang ga mau ngumpul. Walaupun semua ga bisa kebayar gitu aja ya tapi seenggaknya ada lah yang bisa saya lakukan untuk memperbaiki kesalahan saya.

Saya terlalu mementingkan orang lain sehingga melupakan teman yang sebenernya jauh lebih penting.
Hari ini tepat tanggal 11 September adalah hari bahagia. Tapi bukan hari bahagia saya, karena bulan ini seharusnya Sadtember bukan September. Hari bahagia ini dirasakan oleh teman sekolah saya. Bahagia bisa didapat dengan berbagai cara, contohnya menikah. Ya ya yaa, ini adalah impian banyak orang agar bisa menikah.


Setahu saya teman sekelas yang sudah menikah baru dia ni, belum ada yang lainnya. Ya memang ga bisa dipungkiri bahwa yang cepet nikah itu yang perempuan. Yang laki-laki biasanya lama (biasanyaaaa).
Sedikit demi sedikit status jomblo di lingkungan teman kelas sudah mulai berkurang, atau mungkin bertambah?
Sekarang ini, kita ada yang disibukkan dengan pekerjaan, pendidikan, pernikahan, dan pe pe yang lainnya. Semua bebas menentukan pilihannya. Tapi harus dibarengi dengan tanggung jawab tentunya.
Hari ini mengajarkan saya bahwa pertemanan di lingkungan sekolah tidak bisa berakhir begitu saja setelah lulus. Saya dan teman-teman sampai sekarang alhamdulillah masih bisa berkumpul. Walaupun tidak semuanya ikut, dikarenakan kesibukan yang jauh lebih penting. Kita sebagai teman harus bisa memaklumi. Seandainya kita di posisi mereka, mereka pasti juga akan memaklumi kita.
Semoga pertemanan kita semua tidak berakhir begitu saja. Jangan sampai gugur satu persatu. Kita harus kuat, saling menguatkan, dan yang paling penting jangan merasa diri menjadi yang paling kuat. Lindungi sesama dan rangkul erat-erat (behhh ngomong apa sihh).
Oke, selamat untuk teman kita Maulidiyah. Semoga sakinah, mawaddah, dan rahmah. Yang lain kapan nyusul? Lahh yang nulis aja belum nyusul.

Foto-foto dulu

Bonus



Hari ini tanggal 19 April 2021. Bertepatan dengan hari Senin yang mana hari ini adalah hari kelas kami melaksanakan buka bersama.


Dengan diadakannya bukber ini selain untuk makan-makan, bukber kali ini juga bermaksud untuk mempererat tali persaudaraan dan kekeluargaan. Walaupun belum ada yang berkeluarga. Masih ada yang sendirian dan mentok-mentok masih lamaran. Hehe bercanda.

Bukber kali ini mungkin terasa berbeda karena tidak didatangi oleh semua alumni IPS 1 Angkatan 2020. Dan yang pasti bukber kali ini juga tidak dihadiri oleh wali kelas kita. Tapi yang tidak bisa hadir tentunya masih bisa dihubungi melalui video call tapi ada juga yang tidak bisa dihubungi. Alhamdulillah wali kelas kita masih bisa dihubungi melalui video call.

Sebelum berbuka, kami berkumpul bersama untuk saling tukar cerita sambil menunggu waktu berbuka. Hehe kali ini yang kita bahas tidak jauh dari pendidikan dan pekerjaan. Ya walaupun game masih menjadi topik yang utama. Jadi teringat dulu ya waktu masih sekolah ingin cepat lulus, eh tapi setelah lulus...

Kita jarang ada waktu untuk bersama seperti ini. Mungkin setahun hanya bisa dua kali saja. Bukber dan lebaran, itupun belum tentu semua bisa ikut. Wajar saja karena sekarang yang kita pikirkan masa depan jadi ada yang fokus di pendidiknnya ada juga yang fokus di pekerjaannya. Tapi saya yakin semua pasti fokus pada bidang masing-masing.

Tidak menunggu waktu yang lama adzan sudah berkumandang. Waktunya untuk berbuka bersama. Sebelum berbuka kami membaca doa terlebih dahulu. Setelah itu dilanjutkan dengan minum dan makan. Banyak makanan yang sudah dihidangkan mulai dari gorengan, nanas, nasi, ayam, sambal, dan kerupuk tidak ketinggalan hehe.



Setelah makan selesai kami memutuskan untuk sholat maghrib terlebih dahulu, mengambil wudhu dan dilanjutkan dengan sholat berjamaah. Sholat selesai kami mulai untuk berbincang ringan dan ada juga yang melanjutkan untuk bermain game.

Setelah serangkaian acara telah selesai dilaksanakan, akhirnya sesi foto dimulai. Dan ini beberapa hasil fotonya.


Senang rasanya bisa berkumpul bersama seperti ini. Waktu memang bisa berubah tapi persahabatan kita tidak akan pernah berubah. Iya sahabat bukan yang lain hehe.

Sampai bertemu di lebaran nanti...

Assalamualaikum...

Dimana ada pertemuan disitu ada perpisahan. Tinggal tunggu waktu, sebentar atau lama. Awal bertemu belum saling mengenal dan acuh tak acuh satu sama lain. Mempunyai rasa kawatir kepada orang di sekeliling.

3 tahun sudah kita semua hidup bersama. Beradaptasi dengan lingkungan yang tidak mendukung. Tempat yang menyimpan banyak cerita, pengetahuan, pengalaman dan kebohongan. Semua kita hadapi bersama dalam rasa suka yang mungkin kita paksa.

Semua tak terasa, begitu berlalu seperti angin yang menerbangkan daun. Yang awalnya sudah merancang masa depan, kini bingung ingin kemana melanjutkan hidup. Yang dulunya ga punya masa depan, tiba-tiba memberontak dan ingin merubah segalanya.

Kita ga ada yang tau kedepannya kayak gimana. Ga pernah sadar tentang apa yang akan terjadi di hari esok yang menjadi misteri. Berharap yang terbaik namun mempersiapkan hal yang buruk. Hal-hal yang tak diinginkan akan datang dengan sendirinya.

Sudah merancang jauh-jauh hari. Tempat, waktu, konsumsi, pakaian, kendaraan, uang, pikiran, tenaga dan yang lainnya tiba-tiba lenyap begitu saja.

Bingung harus bagaimana dengan kondisi yang seperti ini. Rencana yang seakan sudah matang kembali lagi menjadi mentah. Semua terancam gagal dan tak tahu semua itu bisa kembali atau bagaimana.

Angkatan yang mungkin banyak masalah dan susah diatur. Orang-orang akan banyak pergi meninggalkan tempat itu dan mulai lagi dengan kekuatan yang baru.

Sudah banyak meninggalkan jejak demi langkah. Meninggalkan kenangan yang semakin lama semakin usang. Yang bagus akan datang ketika kita pergi. Yang kita rasakan hanya awal belum akhir. 

Perpisahan ini ga tau akan kayak gimana.

Wassalamualaikum.

Sumber: miftakhulkhoir
                muhammadfadhelishak

Assalamualaikum...

Pelajaran di sekolah emang banyak banget ya apalagi di MA ini. Ada pelajaran Agama, Peminatan, Umum, dan Lintas Minat.

Kalo ngomongin pelajaran favorit, dari dulu berubah-ubah. Awalnya suka ipa, terus pernah berubah jadi suka MTK, pernah juga ke IPS, dan yang paling suka waktu itu pelajaran PKn, dan pelajaran SKI juga suka, tapi suka juga sama pelajaran Geografi, dan sekarang lagi suka sama pelajaran Akidah Akhlak.

Hehe banyak amat ya ganti-ganti pelajaran. Tapi semua pelajaran punya kelebihan masing-masing kok.

Alasan memilih pelajaran favorit itu biasanya karna mudah, ga ribet (sama aja ya😅), mungkin juga suka dengan metode guru yang mengajar.

Akidah Akhlak menjadi favorit itu karena mempelajari keseharian kita. Akhlak terpuji dan tercela yang bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari kita, tapi yang akhlak baik aja yo.

Metode yang digunakan pun termasuk seru juga karna murid dilibatkan dalam pembelajaran. Sesekali menghapal ayat dan juga menghapalkan dengan metode dilagukan.

Pelajaran yang sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari kita untuk membentuk akhlak kita menjadi lebih baik.
Kalo kalian suka pelajaran apa? Tulis di komentar ya (kalo ada yabg komentar😅).

Wassalamualaikum.

Sumber: miftakhulkhoir


Assalamualaikum...

Waktu yang paling ditunggu anak-anak adalah waktu istirahat. Dan benda yang sering diliat anak-anak adalah jam😂.

Istirahat digunakan untuk mengistirahatkan badan kita maupun otak kita setelah selesai belajar (itu pun kalo belajar). Mereka ada yang tidur, belajar, main game, duduk, dan yang pasti ada yang makan.

Kelas ini kaya yang udah di bahas di postingan sebelumnya adalah kelas yang semangat kalo soal urusan makan😂.

Bekal yang mereka bawa pun beragam dari mulai nasi, sayur, maupun lauk pauknya.

Nikmati watu istirahat yang singkat ini dengan penuh rasa syukur😁.

Wassalamualaikum.

Sumber: miftakhulkhoir
Assalamualaikum...
Ga kerasa ya gaes kita udah kelas 3 dan selanjutnya akan mengejar cita-cita yang kita semua impikan. Sudah hampir 3 tahun ini kita semua bersama di kelas IPS 1 ini Lebayyy

Mulai dari kelas 1 yang belum saling kenal nama tapi sekarang malah sering lupa nama😅. Yang awalnya berfikir ga mungkin bisa selama ini tapi sekarang udah terbukti kita masih bisa bersama walaupun udah ada yang keluar ataupun pindah.
Kelas ini memang banyak masalah dan banya sekali cerita didalamnya. Semua disini sudah menjadi keluarga yang seutuhnya walaupun banyak masalah yang terjadi di dalamnya.

Kelas yang kalo masalah belajar susah tapi kalo udah disuruh olahraga cepet banget. Apa lagi kalo yang namanya futsal pasti cepet banget responnya. Intinya kalo olahraga semua semangat tapi kalo belajar... Ga tau deh ya😁.
Sering dimarahi guru, dinasehati, dan mungkin dibenci oleh guru. Tapi kelas ini ya tetap kelas ini. Semua orang di kelas ini memang punya karakter masing-masing. Ada yang humoris, nakal, pendiam, ribut, suka tidur. Semua lengkap kayak toko aja.

Ga cuma soal olahraga. Kelas ini juga cepat kalo masalah poto dan makan. Karna mereka hidup untuk makan bukan makan untuk hidup😂. Dan soal poto itu cepet banget, mereka banyak pake gaya-gaya. Apa lagi kalo buat tik tok😅.
Kelas ini banyak cerita yang dapat diambil. Kelas yang dulunya aku ga yakin bisa berteman dengan orang-orangnya tapi sekarang pasti yakin.

Kelas yang menjaga solidaritas dan kekompakan yang membuat kelas ini terasa kuat.

Kelas ini memang gelap dengan warna ungu dan hitam tapi orang-orang dikelas ini juga gelap-gelap semua😁.
Ada yang suka pulang awal dan suka kalo hari libur.
Kelas ini memang bukan kelas yang terbaik. Tapi kelas ini akan menjadi kelas yang apa ya bingung uga😂.

Ga banyak orang pintar di kelas ini tapi di kelas ini semuanya cerdas kok beneran kok aku ngomongnya ni😆.

Kelas ini punya wali kelas yang sabar dari kelas 1 sampe kelas 3 ini. Yang sabar menghadapi muridnya yang kayak gini wujudnya😂.
Selalu jaga kekompakan dan selalu jaga solidaritas kita semua. Jangan lupa dengan teman kalau sudah sukses yo okeee.

Pokoknya yang ter ter lah kelas ini ni ga tau kelas yang ter jelek, ter kotor, atau ter apa ga tau lah yang penting semua penghuni kelas ini merasa gembira. 
Selalu ingat kata-kata ini. 12 IPS 1 BOOM BOOM PAAW.

Wassalamualaikum.



Assalamualaikum akhwat dan ikhwan.

Liburan kali ini lumayan panjang tapi panjangnya karna ada pesantren kilat yang diadakan oleh pihak sekolah. Walaupun waktu libur kita kepotong sama kegiatan ini, tapi ga ada salahnya juga karna acara ini juga ada manfaatnya bagi kita yang datang dan mengikuti kegiatan tersebut. Ya itung-itung kita ikut kegiatan yang positif dari pada dirumah bingung mau ngapain. Kegiatan ini memakan waktu 2 minggu tapi ga 2 minggu full, sabtu dan minggu tetap libur.

Acara diawali dengan kegiatan sahala Duha. Setelah itu kegiatan mengaji bersama yaitu membaca Al-Qur’an dengan dibagi beberapa kelompok, setiap kelompok biasanya terdiri dari 5 orang. Dalam kegiatan membaca Al-Qur’an ini diharapkan siswa dan siswi bisa membaca dengan lancar dan bisa khatam dibulan puasa ini. Setelah kegiatan membaca Al-Qur’an selesai, acara selanjutnya adalah ceramah dari guru untuk siswa dan siswi sampai dengan menjelang shalat Dzuhur. Selesai shalat Dzuhur berjamaah kita beranjak ke kegiatan yang terakhir yaitu ceramah yang disampaikan oleh siswa dan siswi MAN 1 KUBU RAYA.

Acara ini bermanfaat bagi kita karna selain kita dapat melaksanakan ibadah kepada Allah kita juga juga banyak mendapatkan ilmu baik itu dari guru kita maupun dari teman-teman kita.
Itu aja yang mau ditulis, semoga bermanfaat.

Wassalamu'alaikum.

sumber:miftakhulkhoir

Assalamualaikum akhwat dan ikhwan.
Ulangan udah selesai saatnya nunggu rapot dibagiin dan liatin peringkat. Kalo dapat juara 1 dari TK sampe sekarang keren kali ya, berarti kan kaya pinter gitu. Dapetin peringkat itu memang gampang-gampang susah ya. Tapi mungkin lebih enak naikin peringkat ya dari pada mempertahankan peringkat. Kalo dapat juara itu ada suatu kepuasan tersendiri dan mungkin langsung ngomong dalam hati “ga sia-sia ni usaha sama doa gue”. Jadi inget waktu di MTs, waku itu persaingan dikelas cukup ketat, sampe-sampe kalo gue dapat rengking 4 besar gue bakalan traktir sahabat-sahabat gue. Tapi nyatanya waktu itu dapat rengking 5 dan alhasil ga jadi nraktir. Tapi baru disemester duanya dapat peringkat ke 4.
Di MAN ini waktu kelas 10 alhamdulillah dapat juara 1, ga tau ni kalo di kelas 11 ini. Kayaknya persaingan taun ini makin ketat ni kayak celana aja. Tapi ga papa ga usah terlalu dipikirin yang kaya gitu dan jangan sampe ada yang namanya persaingan yang ga sehat. Usaha memang ga bakal ngebohongin hasil emangnya? Ga tau juga ya. Tapi ya kita harus terima sama hasil yang kita dapatin. Kalopun kita ga puas sama hasil yang kita dapatin kita ga boleh iri dengki sama temen kita yang dapatin peringkat diatas kita (kaya ga pernah iri aja).
Lanjut bahas peringkat lagi. Kalo dapat juara itu biasanya ada yang namanya piala. Tapi kalo juara kelas itu biasanya ga ada pialanya. Tapi kalo juara-juara yang lain kaya juara lomba, pertandingan, atau juara kompetisi itu ada pialanya kali ya. Gue ada piala baru 2 dan belum bertambah lagi, yaitu piala juara kelulusan waktu SD dan piala bidang studi di SD juga.
Ngedapatin peringkat memang butuh usaha ni. Ada yang usaanya giat banget belajar, giat berdoa, minta doa sama orang tua, atau mungkin juga ada yang usaha buat kertas kecil gitu yang isinya kode-kode rahasia. Tapi ada juga yang ga terlalu mikirin dapat juara yang penting dia bisa naik kelas. Yang kayaknya belajar bener-bener tapi ga dapat juara dan yang belajarnya kalo niat aja atau bahkan ga belajar sama sekali tapi malah dapat juara. Kalo udah kaya gini langsung ada yang mikirnya positip dan ada juga yang mikirnya negatip.
Udahan dulu ya nulisnya kaya ada yang baca aja ni tulisan ._.
Wassalamualaikum.

Sumber: Miftakhul khoir

Assalamualaikum
Kali ini gue bahas tentang teman tapi teman yang ada di kelas. Teman kadang ada yang enak dan ada juga yang ga enak (Emangnya makanan enak). Kepribadian orang itu beda-beda, itulah yang membuat kita kadang memilih-milih teman. Apalagi teman sekelas, ada lah yang anaknya nakal dan ada juga yang baik. Mungkin nakal menurut kita dan menurut dia itu biasa aja. Dan ada yang baik, pendiam, berisik, lucu, pemalu dan sebagainya.

Pendiam itu ada dua kalo di kelas, diam merhatiin dan diam-diam ga tau apa yang dijelasin. Dan kalo berisik itu ya memang anak-anak sukanya berisik, sebenarnya mereka itu pengennya happy aja dan seru-seruan bareng. Laki-laki yang sering ribut dikelas dan perempuan sering diem di kelas. Laki-laki itu merasa sederhana dan terbuka tapi itu dikelas gue ga tau kalo dikelas kalian. Perempuan itu diam, anggun, dan menjaga sikap.

Teman nakal itu dia ga mau terlalu nurutin peraturan yang udah dibikin di sekolah. Tapi jangan sampe kita terlalu bencik banget sama teman baru yang nakal dikelas. Mungkin belum terbiasa dengan lingkungan sekitarnya karena baru beradaptasi. Nanti ada saatnya teman itu udah nisa menjadi bagian dari keluarga kita yang asik, seru, dan ngangenin eeaakkk. Kelihatannya susah ya untuk diatur gitu tapi kita harus berfikiran positif kepada orang tersebut, mungkin dibalik itu ada kelebihan yang terdapat pada dirinya misalnya mungkin dia bisa diajak bergotong royong, membantu temannya dalam kesulitan, dan yang lainnya.

Ketika teman udah menjadi sahabat itulah yang membuat kita susah untuk melupakannya sebagai seorang sahabat. Hal ini gue rasakan ketika gue berada di kelas IX C di MTsN. Teman itu udah jadi sahabat dan bagian dati keluarga yang memang sulit untuk dilupakan. Sekarang udah banyak yang beda sekolah dan sekolahnya itu jauh-jauh, tapi ga papa itu bukan jadi masalah.

Dikelas baru belum tentu teman baru langsung jadi bagian dari keluarga, nanti ada saatnya mereka menjadi sahabat dan bagian dari keluarga kita. Atau mungkin juga disekolah yang baru ini teman ga bisa jadi bagian keluarga kita dan hanya dapat kita rasakan saat masa-masa SMP aja? Ya ga tau juga kita jalani aja dulu ga usah terlalu dipikirin juga.

Itu aja yang gue mau tulis, mungkin kalo ada saran atau masukan boleh ditulis di komentar. Yau dah kalo udah ya udah.

Wassalamualaikum.
Assalamualaikum.



Dimana ada pertemuan disitu ada perpisahan. Begitu pula dengan ini, yaitu begitu ada kedatangan disitu ada kepergian (ga nyambung ya). Dalam artikel kali ini lagi-lagi gue bahas tentang sahabat-sahabat gue. Iya sahabat gue waktu di MTs yang empat orang itu (Agung, Anwar, Awis, Fikri).

Kenapa gue tulis judulnya itu pergi? Karna ga ada apa-apa. Karna kita udah pisah tapi ga berai. Gue bilang gini karna semenjak lulus dari MTs kita udah beda sekolah, kecuali gue sama Awis. Kita itu memang deket satu sama lain, kalo ga ada yang satu yang lain melengkapi. Tapi beda sekolah bukan berarti beda...

Oke kalo gitu kita lanjut. Kita itu udah berasa kaya saudara sendiri (mungkin ini cuma menurut gue). Padahal pertemuan kita itu bisa dibilang nggak disengaja, ya seperti yang udah dibahas di artikel sebelumnya yang judulnya itu K.A.A.A.F. Nama itu pun dibentuk sebenernya ga ada maknanya... hehe itu cuma inisial nama panggilan kita.



Sebenernya udah lama kita semua ga ketemu. Tapi pinginnya ketemu gitu, kumpul bareng, bercanda bareng, makan mie bareng. Ngomong-ngomong soal mie, kita kalo ngumpul itu biasanya beli mie untuk dibuang... ehh maksudnya dimakan. Kita sering buat mie goreng yang direbus itu dirumah Fikri. Habis selesai masak disajikan di nampan bukan di piring. Makannya pun langsung rame-rame dan disitu bisa diliat yang makannya jaim itu siapa.



Kita ga tau bisa ngumpul lagi kapan. Ketemu aja udah jarang gimana mau bisa ketemu. Tapi ga ada yang tau mungkin ada rencana lain yang lebih bagus yang belum kita tau. Semoga ada salah satu diantara kalian yang baca ini dan ada juga yang komentar di blog gue. Hehe di blog gue jarang ada yang komentar.

Ya udah lah ga usah dipikirin terlalu serius, nanti malah jadi pusing. Jalanin aja kaya biasanya. Jadi pesen gue di artikel kali ini adalah "mohon komentar di blog gue" hehe.

Kalo udah ya udah.

Wassalamualaikum.
Assalamualaikum akhwat dan ikhwan



Sempat ada bayangan yang terlintas dipikiran gue, tentang sesuata yang baru bisa dirasain waktu kelas IX. Dikelas IX ini gue baru sadar dan banyak belajar sama temen-temen gue tentang hidup ini. Hidup yang gue bener-bener rasain untuk saat ini ya waktu kelas IX, karna disini gue mulai sadar sedikit demi sedikit.

Dulu gue waktu kelas VII itu baru awal-awal masuk sekolah, pastinya masih kaya anak SD gitu. Pikirannya ya mungkin cuma main, belajar kalo ada PR sama Ulangan aja. Ikut kegiatan ekstra. Dikelas VII juga gue mulai bertambah temannya, temannya pun bisa dibilang akrab juga. Temen yang akrab waktu kelas VII itu ada yang namanya Muhammad Fikri Assidiqi sama Hendra Riski Ramadani.

Kelas VII juga gue aktif dalam kegiatan pramuka dan ikut juga dalam perlombaan. Sempat juga ditunjuk sebagai anggota OSIS di bidang kepramukaan. Gue juga ikut silat waktu kelas VII dan gue aktif menjalankan itu semua. Dipikiran gue waktu itu... gue lupa.

Selanjutnya kelas VIII. Dikelas ini gue ga ada temen akrab dikelas, ada temen akrab tapi dia kakak kelas gue namanya Septian Sulaiman. Dia itu temen akrab gue waktu gue kelas VIII. Dikelas VIII ini gue tambah aktif dibidang kepramukaan dan udah mulai sering ikut kemah.

Dikelas VIII juga mulai dapat temen baru lagi, karna dikelas VIII ini muridnya di acak jadinya banyak temen yang baru gue kenal. Kelas VIII gue juga udah mulai akrab sama temen gue Jagat Aditya. Gue akrab sama dia mungkin gara-gara sebuah game yang populer pada masa itu ya.

Kelas VIII ini juga ada temen baru yang namanya Iva Mauriska yang ini ga usah dibahas terlalu panjang, semua udah tau mungkin siapa dia. Dikelas VIII ini pikiran gue hampir sama kaya waktu kelas VIII, ya... kaya ga ada beban gitu dipikiran gue. Kelas delapan gue pernah juga jadi ketua osis... ya pernah aja.

VIII udah sekarang IX. Awal-awal kelas IX ini kaya biasa gue ga ada temen. Tapi waktu itu ada anak-anak yang mau kerja kelompok buat ngerjain tugas, gue ikut-ikut aja sama mereka. Dan itulah yang mempersatukan kami berlima menjadi teman yang akrab. Diantara temen-temen gue tersebut ada yang namanya Agung Adhi Prasetyo, Anwar Anas Fahrudin, Mujahid Wafi' Darwisy, dan Fikri Pratama.

Mulai itu kita sering ngumpul untuk ngerjain tugas, sekali-kali juga buat vidio iseng-iseng. Masih inget sama temen gue yang kelas VIII tadi, yang namanya Iva Mauriska? Gue waktu awal-awal kelas IX ga akrab lagi sama dia. Tapi gue ga tau kenapa gue sama temen gue ini bisa akrab lagi kaya dulu. Dulu?
Akrabnya pun sebenernya gimana ya jelasinnya, ya gitu lah.

Gue sama dia pernah belajar bareng. Sebenernya sama waktu kelas VII sama kelas VIII, gue blajarnya itu jarang. Tapi semenjak gue blajar sama dia itu ada sesuatu yang beda, bedanya itu dia bisa ngerjain tugas dengan mudah waktu pertama kita kerja kelompok bareng. Disitu gue mulai ada motivasi untuk belajar, ya walaupun ada si pelajaran yang belum sepenuhnya masuk dipikiran gue.

Ga lama setelah itu ada ujian, sebelum ujian gue mutusin buat belajar dengan bener-bener. Pelajaran yang dulunya gue anggap susah tapi setelah dipelajari menjadi mudah juga. Sama kaya yang dikatakan sama temen gue yang namanya Anggi Bayu Prayuda. Dia bilang sama gue sesuatu yang susah tapi kalo kita pelajarin teros pasti akan menjadi mudah.

Dikelas IX ini banyak temen-temen gue yang udah mulai sadar dalam hidupnya, ya mungkin masih ada juga yang belum sadar. Jadi saat gue kelas IX ini gue Baru Kerasa perjuangan gue yang sesungguhnya itu dikelas IX ini. Dikelas IX ini lah teman satu kelas udah berasa kaya sodara sendiri. Jadi waktu kelas VII dan VIII itu gue kemana aja?

Hidup gue yang sesungguhnya baru kerasa dikelas IX.

Ya udah lah, tulisan gue ini banyak banget kayaknya. Ya udah kalo udah ya udah.

Wassalamualaikum.
Assalamualaikum akhwat dan ikhwan.



Ngomongin matematika pikiran kita langsung kearah hitung-hitungan, rumus, dan pastinya banyak angka. Pelajaran yang paling banyak ditakutin sama anak-anak ya mungkin ini, kalo kalian gimana?. Jujur gue dari SD itu suka pelajaran yang namanya MTK ini. Tapi sekarang ini gue malah jadi bingung cara-cara ngitungnya dikelas IX ini, ya mungkin karna pelajaran kelas VII sama kelas VIII mulai dipelajari lagi.

Dari kelas VII sampe kelas IX ini buku yang banyak ya kalo ga IPA ya MTK. Kedua buku itu ga cukup satu kalo gue. Dibuku itu banyak terkandung catatan dan rumus-rumus penting yang harus kita kuasai. Makanya kalo buku MTK gue itu pasti belakangnya itu penuh sama coret-coretan puisi. Eeehh... bukan puisi tapi coretan buat ngitung. Ga percaya? Ni ni buktinya.



Ya kita memang harus mulai banyak menghitung.





Gue sampe lupa apa yang gue itung waktu itu, karna ya banyak banget.









Masih lanjut sob







Jadi buku gue habis gara-gara ini. Ya ga gara-gara juga si. Memang banyak yang harus kita hitung kalo berhadapan sama pelajaran ini ni tapi kalo udah sama yang ahlinya si ya mungkin dikit aja oret-oretannya. Ya gue saranin buat kalian kalo ada pelajaran MTK itu ya siapin buku kusus buat ngitung. Tapi kalo gue itu udah ga sempet yang namanya kaya gitu tu, ya biar ga lama ya langsung aja di buku paling belakang gue ngitungnya.

Ya udah lah ya... memang MTK itu adalah pelajaran. Ya udah kalo udah ya udah.

Wassalamualaikum.