Tampilkan postingan dengan label Sintang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sintang. Tampilkan semua postingan
Saya pulang | 19 Februari 2021


Sintang. Banyak kisah di tempat ini. Ada suka maupun duka, walaupun kebanyakan duka yang kami rasakan. Selamat tinggal Sintang. Tidak hari ini, mungkin lain kali.


Assalamualaikum...
Kerja kali ini tidak seperti waktu pertama kali datang. Banyak hal yang membuat saya tidak semangat. Ternyata tidak hanya saya yang merasakan, teman-teman di sini juga merasakan hal itu. Tapi, mungkin saya yang paling berat merasakannya.


Tidak seperti waktu itu, saya tidak mementingkan waktu. Tapi kali ini saya ingin cepat malam datang. Bukan karena tidak ingin bekerja melainkan ingin cepat memberi kabar. Bekerja jauh butuh penyemangat agar selalu semangat (bener kan?). Rasanya sudah tidak perduli lagi dengan pekerjaan. Mau bekerja berat ataupun ringan sudah tidak perduli lagi. Sekarang yang dipikirkan hanya ingin malam segera datang.

Malam waktu yang tepat untuk memberi kabar. Ditengah kesibukan pagi, siang, dan sore, hanya malam yang mengerti. Namun, kadang malam terasa cepat begitu saja. Rasanya curang sekali. Waktu yang dihabiskan sudah banyak tetapi malam juga bisa mengecewakan kita (atau mungkin saya?).

Selalu berharap agar malam selalu terang. Tapi yang saya maksud bukan terang cuaca.

Wassalamualaikum.
Assalamualaikum...
Tidak terasa saya dirumah sudah 2 minggu lebih. Dan saatnya saya harus berangkat lagi ke Sintang. Hmm, mungkin waktu yang singkat untuk menghabiskan waktu di rumah. Tapi, kalau terus-terusan di rumah, pasti tidak enak juga kan.


Awalnya, keberangkatan dijadwalkan tanggal 10 Januari 2021. Tapi diundur menjadi tanggal 11 Januari bertemu ehh maksudnya 2021.

Pertama yang harus dilakukan adalah membeli perlengkapan yang dibutuhkan dan menyiapkannya. Mulai dari perlengkapan pribadi, kerja, konsumsi, kesehatan, obat-obatan, sholat, dan lain sebagainya harus dipersiapkan. 


Keberangkatan kali ini sementara hanya beberapa orang saja. Yang lainnya akan menyusul kemudian hari.

Perjalanan kali ini menggunakan mobil travel. Kami berangkat sore hari dan berhenti sejenak untuk menata barang-barang. Kami melanjutkan perjalanan hingga larut malam.


Kurang lebih pukul 10 seingat saya, kami berhenti untuk mengisi perut. Hmm, kelihatannya makanannya enak-enak.

Selepas makan kami melanjutkan perjalanan hingga tertidur-tidur (bahasa apa ini?). Kembali beristirahat menghangatkan badan dengan minum secangkir (isi sendiri karena saya di dalam mobil).

Melanjutkan perjalanan sampai tidak sadar sudah sampai Simpang Pinoh. Kami kembali mengistirahatkan badan sembari menunggu mobil jemputan datang. Kami menunggu di warung dengan ditemani secangkir kopi dan cemilan.

Mobil jemputan pun datang. Kami tidak langsung ke tempat tujuan, melainkan membeli material terlebih dahulu. Setelahnya, baru kami menuju tempat tujuan.

Setelah sampai kami mengistirahatkan badan yang sudah lelah menjalani kehidupan ini.


Saya istirahat dulu...

Wassalamualaikum...
Assalamualaikum...
Kami pulang. Yeeeeiiii akhirnya setelah 3 bulan lebih di sini (Sintang), kami pulang juga.

Sedikit cerita, hari terakhir menjelang pulang memang cukup melelahkan. Semua rasa kesal, capek, dan pikiran untuk pulang bercampur aduk menjadi satu. Kerja sudah tidak bisa fokus lagi karena selalu memikirkan untuk pulang.


Sebelum pulang kami mengerjakan proyek terakhir yaitu borongan mengecor lantai. Rasanya lelah sekali. Tapi kami tidak perduli lagi. Kami ingin cepat menyelesaikan agar cepat pulang ke rumah.

Setelah pekerjaan selesai, kami mengemas peralatan masing-masing, setelah itu kami menunggu mobil untuk menjemput kami. Kami pulang menggunakan truk. Dari Sintang sampai Rasau Jaya. Hmm bisa dibayangkan rasanya seperti apa bukan.

Diperjalanan hal yang tidak diinginkan pun datang. Hujan, ya hujan. Hujan datang dan mau tidak mau kami sedikit kehujanan. Tidak mengapa, setidaknya kami tidak basah kuyup. Karena sudah malam kami memutuskan untuk tidur, ya walaupun untuk tidur sendiri susah karena kami harus berbagi tempat.

Tidak terasa sekitar jam 10 kami sudah berhenti di tempat makan (Sosok). Oh iya sampai lupa, kami pulang dari Sintang setelah Mahgrib. Sesampainya di tempat makan, kami mulai memesan makanan. Saya sendiri memesan pecel ayam. Ya pasti rasanya enak.

Makan sudah selesai, saatnya kami mulai melanjutkan perjalanan dan mulai tidur lagi. Tidak terasa kami sudah sampai di Kubu Raya. Kami sudah tidak sabar untuk segera sampai ke rumah.

Truk yang kami tumpangi mengantar sampai patok 35, dan kami dijemput menggunakan mobil yang lain. Saya tiba di rumah kurang lebih jam setengah 3 subuh. 

Sesampainya dirumah saya disambut oleh keluarga ya walaupun mungkin belum sadar karena masih subuh😂. Setelah itu saya mengistirahatkan badan dan tidur.

Oh iya ini foto-foto sebelum pulang.






.Pulang pada tanggal 25 Desember 2020, sampai rumah pada tanggal 26 Desember 2020.

Wassalamualaikum.
Assalamualaikum...
Tidak terasa, saya di sini sudah satu bulan lebih. Waktu yang saya lewati begitu cepat. Pagi sampai ketemu pagi lagi, seperti itu terus dan berulang. Hari semakin cepat. Tidak terasa waktu terus berputar. Yang terasa adalah rasa capeknya.


Kalau diingat-ingat kembali saat pertama kali datang ke sini, memang cukup lama ya. Belum terlalu kenal semua orang. Saya masih tahap belajar di sini. Untungnya banyak teman yang membantu dan memberikan ilmu yang bermanfaat.

Semakin lama, kami semua di sini sudah menjadi satu keluarga. Bercanda bersama, saling tukar pendapat, dan tentu masih banyak hal lain yang kami rasakan.

Namun dibalik itu semua, saya ingin terbangun dari mimpi ini. Saya di sini seperti orang yang sedang bermimpi. Saya akan terbangun saat sudah sampai di rumah. Mimpi yang saya alami, tidak tahu apakah mimpi baik atau buruk.

Ada perasaan nyaman di sini namun, saya tetep ingin terbangun dari mimpi ini. Senang maupun susah ada di sini. Semua perasaan bisa tercampur aduk juga di sini. Banyak pengalaman dan tentu banyak ilmu yang saya dapatkan.

Tapi saya tidak ingin bangun dari mimpi ini dan mengakhiri ini semua begitu saja. Saya harus mempunyai target dan tujuan setelah bangun nanti. Saya juga akan tetap menunggu, karena ada saatnya terbangun sendiri tanpa harus dipaksa bangun.

Wassalamualaikum.
Assalamualaikum...
Masing-masing orang pasti memiliki hobi yang berbeda. Ada yang hobi bermain bola, main gitar, menyanyi, olahraga, belajar dan masih banyak yang lainnya.


Kali ini saya ingin menulis tentang hobi memancing. Di sini, banyak teman-teman yang senang memancing atau mencari ikan. Ada yang menggunakan pancing, serokan, dan ada juga yang menggunakan kelambu untuk tidur.

Yang saya lihat mereka mendapatkan ikan setiap hari. Mulai dari ukuran yang kecil sampai yang ukurannya besar. Hasilnya biasa mereka masak ada juga yang dipelihara. Tapi kebanyakan yang saya tahu, ikan tersebut dimasak dan dijadikan lauk makan.

Sebenarnya dari hobi ini sangat menguntungkan. Kita tidak perlu membeli ikan karena kita bisa memancing.

Hmm kalau bicara tentang memancing, saya tidak hobi😅. Dikeluarga saya, saya adalah anak yang tidak hobi dan tidak bisa memancing. Saya punya abang dan adik. Keduanya suka memancing seperti bapak. Saya sendiri yang berbeda. Saya hobinya adalah memakan hasil pancing😂.

Di sini saya yang tidak bisa memancing, saya diberi ikannya oleh teman. Tidak ikut memancing tapi ikut memakan hasilnya hmm😂. Semua orang punya hobi dan bakat tersendiri (alasan).

Wassalamualaikum.

Assalamualaikum...
Sekarang sinyal sudah menjadi kebutuhan manusia. Sinyal susah? Pasti langsung kesal. Apalagi sudah diatur namun tetap saja susah haduehh.


Awal-awal di sini, saya merasakan susahnya sinyal. Untuk memberi kabar orang rumah kalau saya sudah sampai saja susah. Harus keluar pondok dulu untuk mendapatkan sinyal. Ya harus rela kepanasan dan kehujanan. Walaupun tidak sampai berlama-lama seperti itu.

Hari demi hari masih seperti itu. Sampai akhirnya sinyal mulai bagus. Mungkin butuh beradaptasi dulu ya baru sinyalnya ada. Sekarang lumayan untuk mencari sinyal. Cukup taruh HP di dinding maka akan dapat sinyal. Tapi terkadang susah juga saat pertama kali menghidupkan HP. Perlu diatur dulu agar sinyal bisa bagus.

Semoga sinyal bisa stabil dan lancar ya teman-teman aamiin.

Wassalamualaikum

Assalamualaikum...
Saya masih di sini dan belum pulang. Pagi dan sore kegiatan bekerja. Siang dan malam saya beristirahat. Bekerja tentu tidak lengkap bila tidak disertai dengan ibadah. Selain kebutuhan jasmani, kita juga perlu kebutuhan rohani bukan?


Bicara Sholat Jum'at. Saya awalnya berfikiran untuk tidak Sholat Jum'at karena, saya tidak menemukan masjid atau mendengar suara adzan. Tapi saya penasaran dan bertanya kepada masyarakat sekitar. "Ada tapi jauh" kurang lebih seperti itu yang saya dengar. Kemudian saya pergi ke warung untuk membeli minuman. Di warung tersebut saya bertemu dengan seseorang yang biasa dipanggil Pak Haji. Beliau bertanya "Dari mana?" saya pun menjawab "Saya mau cari masjid Pak untuk Sholat Jum'at." beliau kemudian memberitahu saya kalau ingin Sholat Jum'at bersama beliau saja.

Saya merasa senang dan tidak menyangka bisa tetap melaksanakan Sholat Jumat di tempat yang jauh ini. Saya tidak sabar untuk menanti hari Jum'at.

Hari Jum'at telah tiba. Selesai bekerja saya dan teman bersiap-siap untuk menuju penyeberangan. Hanya berdua. Oh iya saya lupa memberi tahu kalau masjid yang digunakan untuk Sholat Jum'at berada di seberang. Jadi kami perlu menggunakan kendaraan air untuk menuju ke sana. Sampai di penyeberangan kami sudah di tunggu oleh Pak Haji. Kami kemudian berangkat ke masjid. Sambil melihat pemandangan kami berfoto-foto dulu hehe.

Alhamdulillah masih diberi kemudahan untuk melaksanakan Sholat Jum'at.

Wassalamualaikum.

Assalamualaikum...
Menyambung cerita sebelumnya, saya dan teman-teman tiba di tempat kerja. Langkah pertama yang kami lakukan setelah sarapan adalah membangun pondok atau tempat tinggal.

Baca juga :

Kami berbagi tugas saat pembuatan pondok. Pertama kami mengambil kayu untuk dijadikan tongkat. Cukup banyak kayu yang kita ambil. Setelah itu tongkat didirikan dan dijadikan rangka rumah. Selanjutnya papan kami ambil untuk dijadikan alas atau lantai. Paku satu-persatu kayu dan papan. Pondok kami buat dengan kolong agar saat hujan kami tidak kebasahan. Atap yang kami gunakan adalah atap terpal sebagai pelindung dari terik panas dan guyuran hujan. Di dalam ruangan hanya untuk tidur dan menyimpan alat dan bahan-bahan makanan. Tak lupa kami juga membuat dapur untuk memasak. Tidak perlu waktu yang lama karena kami bekerja sama satu sama lain.

Sebelumnya listrik belum ada. Alhasil kami menumpang cas HP di rumah depan. Tapi tidak menunggu lama listrik pun dipasang untuk penerangan dan cas HP yang penting hehe.

Yang terpenting kami bisa tidur dengan nyenyak tanpa harus kepanasan atau kehujanan.

Wassalamualaikum.

Catatan : Tulisan ini sudah lama saya tulis ya.
Assalamualaikum...
Hari ini adalah hari keberangkatan saya dan teman-teman. Sebelumnya saya masih mempersiapkan peralatan dan perlengkapan untuk disana. Semua sudah beres tinggal menunggu malam untuk kami berangkat.

Sore hari turun hujan yang sangat lebat. Hal itu membuat saya berfikirian buruk. Saya berfikir kalau saya akan batal berangkat lagi. Tapi lama kelamaan hujan sudah mulai reda.

Baca juga : H-1

Malam harinya saya mengecek kembali perlengkapan yang akan saya bawa ke sana. Semua sudah beres dan saya berangkat ke tempat yang sudah ditentukan. Tapi belum berangkat, masih berkumpul untuk berangkat bersama-sama. Sambil menunggu mobil datang, kami mengobrol bersama sebelum meninggalkan kampung halaman. Tidak lama mobil pun datang menghampiri kami.

Kami bergegas mengangkut perlengkapan ke dalam mobil. Setelah perlengkapan sudah selesai, selanjutnya kami yang naik ke mobil. Menggunakan mobil bak, memang agak sempit dengan barang-barang, ditambah lagi 10 orang penumpang. Sempit tapi seru😅.

Awal keberangkatan kami berjalan baik-baik saja. Tapi lama-kelamaan hujan mulai turun membasahi kami. Bergegas mengambil terpal untuk dijadikan pelindung dari tetesan hujan. Mobil yang bergerak laju, membuat terpal tak terkendali. Hampir terbang rasanya. Terpal menampar-nampar wajah kami yang lugu ini😅.

Hmm, saya tidak bisa melihat pemandangan seperti biasanya, dikarenakan tertutup oleh terpal. Tapi saya tetap berbahagia karena akhirnya bisa berangkat.

Kami berhenti untuk membeli bahan bakar kendaraan. Sambil istirahat kami membuka terpal dan melihat tempat yang belum pernah saya kunjungi sebelumnya. Perjalanan dilanjutkan kembali dengan keadaan terang, hujan, terang lagi, hujan lagi. Begitu seterusnya. Sampai-sampai kami harus berulang kali membuka dan menutup terpal.

Malam semakin larut membuat kami mengantuk. Tidak sadar sampai mana yang penting kami selamat sampai tujuan. Perjalanan masih lama dan tujuan kami juga masih jauh. Mobil berhenti hampir tengah malam. Kami mengistirahatkan badan dulu di warung. Memesan minuman untuk menghangatkan badan. Setelah dirasa cukup, kami melanjutkan perjalanan kembali.

Kami meninggalkan warung. Perjalanan berikutnya, kami disambut dengan tempat yang gelap tanpa penghuni. Sebenarnya ada penghuni tapi, jarak perumahan menurut saya agak berjauhan.

Sulit rasanya untuk tidur karena tempat yang sempit. Kadang tidur dengan berbaring tapi kadang juga tidur sambil duduk. Saya tidur tapi masih bisa mendengar. Aneh rasanya. Dingin menusuk tulang berselimut di kaki. Menggunakan celana panjang dan jaket belum cukup rasanya.

Sadar tidak sadar kami telah sampai di Nanga Pinoh (kayaknya si iya), seingat saya jam 4 lebih. Kami kembali beristirahat dan setelah itu kembali lagi melanjutkan perjalanan. Kami lanjut untuk mencari Simpang Pandan. Sesampainya disana kami menurunkan barang-barang dari mobil bak untuk selanjutnya dipindahkan ke mobil truk.

Perjalanan kami lanjutkan. Sebelumnya kami sudah beristirahat sambil menunggu mobil truk datang. Kami memasuki perkebunan sawit. Saya kira tempatnya tidak jauh dari tempat awal kami berangkat. Ternyata perjalanan masih jauh. Setidaknya tempat yang luas tidak membuat kami berimpitan seperti di mobil bak.

Singkat waktu, kami tiba di tempat kerja. Kami bersantai dulu kemudian dilanjutkan dengan sarapan. Setelah difikir-fikir, butuh waktu dan tenaga untuk bisa sampai di sini. Semoga kerja ini menjadi kerja yang berkah aamiin.



Wassalamualaikum.

Catatan : Tulisan ini tidak saya tulis pada hari ini. Seingat saya, saya menulis saat sebelum perjalanan, dalam perjalanan, dan sesudah sampai di tempat. Tapi karena terkendala sinyal, saya baru bisa memposting artikel ini.

Assalamualaikum...
Maaf teman-teman sepertinya saya salah menulis waktu itu. Saya menulis kalau saya bekerja di Nanga Pinoh. Tapi sepertinya saya berada di Sintang.

Saya mulai sadar ketika mencoba mengatur jadwal sholat. Saya memilih pencarian lokasi otomatis. Hmm disitu ternyata tertulis Kecamatan Sintang.

Saya awalnya masih tidak percaya tapi, saya mencoba bertanya kepada teman dan ternyata saya yang salah. Hmm saya memang sering salah ya dimanapun dan kapanpun.

Wassalamualaikum.
Assalamualaikum...
Sebelumnya saya telah menulis tentang tertundanya keberangkatan saya untuk bekerja. Namun, sekarang sudah ada kabar baiknya. Kabar baiknya adalah saya dan teman-teman akan berangkat pada 20 September 2020. Meskipun begitu saya juga tidak bisa memastikan besok benar berangkat atau tidak. Mudah-mudahan kami jadi berangkat.

Baca Juga : Batal Berangkat

Sebelum berangkat, saya kembali mengecek barang-barang yang sebelumnya sudah disiapkan. Perlu merapikan lagi pakaian yang ada di tas, menyiapkan peralatan pribadi, dan peralatan kerja tentunya. Semoga tidak ada yang ketinggalan ya.

Rencana berangkat kalau sesuai rencana yaitu pukul 19:00 WIB. Saya baru pertama kali ke Nanga Pinoh. Jadi saya belum tahu waktu perjalanan ke sana butuh berapa jam. Tapi saya iseng untuk melihat Google Maps. Hmm, jauh juga ya ternyata. Tapi saya senang bisa jauh sekalian. Mencari pengalaman baru pastinya.

Semoga besok jadi berangkat dan dipermudah segala urusan di sana. Aamiin.

Wassalamualaikum.
Assalamualaikum...
Kita yang merencanakan, Tuhan yang menentukan. Ya, kira-kira begitulah kalimat yang tepat untuk situasi yang seperti ini. Rencana yang sudah kami buat tiba-tiba diundur entah sampai kapan. Rencana itu adalah bekerja.

Tanggal 14 September 2020, seharusnya kami sudah berangkat menuju ke Nanga Pinoh. Sebelumnya kami sudah bersiap-siap, dari membeli bahan-bahan, peralatan, menyiapkan kebutuhan pribadi, dan lain-lain. Sudah senang hati ini karena bisa berangkat di tanggal tersebut walaupun, tidak sepenuhnya senang untuk meninggalkan kampung halaman.

Baca juga : Istirahat

Hari demi hari kami menunggu untuk berangkat. Setelah hampir tiba waktunya tepat hari Minggu kalau tidak salah, kami batal berangkat karena ada kabar yang kurang baik. Kabar kurang baik itu adalah banjir. Saya kira banjir itu tidak terlalu tinggi dan menurut saya tetap bisa dilewati. Namun, setelah melihat berita di sosial media, saya baru percaya.


Iseng-iseng mengetik Nanga Pinoh di Google, memang benar di sana banyak berita mengenai banjir.


Mungkin butuh waktu yang lama sampai keadaan kembali membaik. Tapi di situasi yang seperti itu saya bisa bersyukur masih bisa membantu orangtua di rumah karena, permintaan krupuk meningkat sehingga produksi krupuk juga harus meningkat.

Untuk saat ini saya dan teman-teman masih menunggu kabar untuk berangkat ke sana. Mungkin masih perlu waktu tapi, tak mengapa mungkin, saya bisa mempersiapkan diri ini jauh lebih matang lagi.

Wassalamualaikum.

Sumber : Miftakhul Khoir
                 kompas.com (gambar)